Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Ada Temuan Hewan Kurban Berpenyakit di Semarang

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Belum Ada Temuan Hewan Kurban Berpenyakit di Semarang Doc: Antara
Ket. Petugas dari Dinas Pertanian Kota Semarang sedang memeriksa hewan yang diperdagangkan untuk kurban, di Semarang, Selasa (3/6/2025).

Semarang - Dinas Pertanian Kota Semarang memastikan sejauh ini belum menemukan adanya hewan yang dijual untuk keperluan kurban di wilayah tersebut yang terjangkit penyakit.

"Hari ini kami melaksanakan sidak pengawasan hewan kurban. Kami ambil sampel di tiga titik (penjualan hewan kurban, red.)," kata Kepala Distan Kota Semarang Shoti'ah, di sela pantauan, di Semarang, Selasa.

Titik pertama berlokasi di Jalan Durian yang menjual kambing dan domba, kemudian di Jalan Arteri Soekarno-Hatta yang menjual kambing, dan terakhir di Jalan Malangsari yang menyediakan kambing dan sapi.

Di lokasi, petugas dari Distan tampak mengecek secara acak hewan yang diperdagangkan, seperti mulut, giginya, tubuh, hingga kaki-kakinya.

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan sinergi dari Distan, Satpol PP Kota Semarang, dan Polrestabes Semarang untuk melakukan pengawasan hewan yang diperdagangkan untuk kurban.

"Secara umum kami simpulkan bahwa untuk kaitannya dengan kesehatan, hewan kurban dalam keadaan sehat intinya, dan cukup umur tentunya. Karena salah satu syarat hewan kurban ada cukup umur, sehat, tidak cacat, dan sebagainya," katanya.

Pada sidak tersebut, ditemukan pula hewan yang dijual berasal dari luar daerah, yakni Kabupaten Rembang, tetapi ternyata sudah dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

"Alhamdulillah mereka juga sudah paham sehingga sudah membawa SKKH. Artinya bahwa dari daerah asal ini sudah menyatakan bahwa hewan yang dibawa atau yang dijual di Kota Semarang ini memang sudah betul-betul sehat dengan dibuktikan dari SKKH dari dinas terkait," katanya.

Sampai saat ini, kata dia, pihaknya terus menyosialisasikan kepada pedagang yang membawa hewan dari luar daerah untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, yakni SKKH.

Sementara itu, Kasubnit 1 Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Iptu Ibnu Dediyatno menjelaskan bahwa pihaknya bersama Distan melakukan pengawasan terhadap penjualan hewan ternak menjelang perayaan Idul Adha.

Ia mengatakan sejauh ini belum ada temuan hewan yang diperdagangkan berpenyakit ataupun hewan dari luar daerah yang tidak dilengkapi dokumen resmi.

"Kami sudah ambil sampel tadi sebagaimana dijelaskan Bu Kadis (kepala dinas). Ada juga hewan dari Rembang, kami cek bersama teman-teman untuk sementara ini dalam kondisi sehat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Dua Kapal Tanker Minyak Diserang di Selat Hormuz

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.