Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Punya Produk Unik, Tapi Belum Punya HKI? Awas Dibajak!

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Punya Produk Unik, Tapi Belum Punya HKI? Awas Dibajak! Doc: ANTARA/Amandine Nadja
Ket. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura sedang mengunjungi salah satu anjungan ekonomi kreatif di acara Kepri Creative Explore di Batam, Kepri, Sabtu (31/5/2025).

BATAM – Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat penting bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM karena memberikan kepastian hukum, mendorong inovasi, dan meningkatkan nilai ekonomi produk atau jasa yang dihasilkan.

Dengan HKI, pelaku usaha dapat melindungi karya, merek, dan inovasi mereka dari plagiarisme, pembajakan, dan pemalsuan, serta memiliki dasar hukum yang kuat untuk menghadapi persaingan.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, dalam acara ‘Kepri Creative Explore’ yang digelar di Batam, pada 31 Mei hingga 1 Juni 2015.

“Acara hari ini sangat luar biasa, menyatukan usaha mikro kecil menengah (UMKM), pelaku ekonomi kreatif dengan kekayaan intelektual. Ini menjadi potensi menarik untuk wisatawan karena Batam merupakan ikon Kepri dan menyumbang 65 persen dari total ekonomi Kepri,” katanya di Batam, Sabtu (31/5).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan antara industri kreatif dan hak intelektual pelaku usaha. Ia juga menyoroti keberagaman karya seperti rajutan, batik, hingga produk robotik buatan lokal.

“Saya tadi sempat mencoba robotik, ini luar biasa. Ini bagian dari hasil intelektual anak bangsa yang harus kita lindungi,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan menjelaskan bahwa sebanyak 170 pelaku ekonomi kreatif turut serta dalam kegiatan ini.

"Kepri Creative Explore adalah upaya kami untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), khususnya pengembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” katanya.

Menurutnya tantangan industri kreatif tidak hanya pada penciptaan produk, tapi juga pada proses pendataan, pembinaan, hingga pendaftaran HKI.

“Selama ini sektor ekonomi kreatif belum sepenuhnya masuk dalam rangkaian event pariwisata. Padahal, pusat oleh-oleh dan produk ekraf seringkali justru menjadi daya tarik utama wisata di daerah lain,” katanya.

Dalam gelaran ini, pemerintah juga menyerahkan 40 sertifikat hak kekayaan intelektual kepada para pelaku industri kreatif sebagai bentuk komitmen dalam perlindungan dan legalitas karya.

Kegiatan Kepri Creative Explore tahun ini direncanakan digelar di tiga lokasi, yakni Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Hasan menyebut, ke depan melalui APBD Perubahan, lokasi pelaksanaan dapat ditambah di kabupaten/kota lain sesuai dengan agenda pariwisata setempat.

“Gubernur dan Wakil Gubernur sangat konsen terhadap pengembangan ekraf. Harapannya, ekonomi kreatif dapat menjadi kekuatan ekonomi baru Kepri dan bersinergi dengan acara pariwisata,” tutup Hasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Malaysia Angkat Isu Kabut A...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.