Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Warga Manggarai Barat Diminta Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 20:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Warga Manggarai Barat Diminta Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Doc: ANTARA
Ket. Hujan intensitas sedang terjadi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (5/5/2025) lalu.

LABUAN BAJO – Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) mengimbau kepada warga Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang yang dapat terjadi dalam bulan Juni 2025.

"Kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat tetap perlu dijaga," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Minggu (01/6).

Ia menambahkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan jangan mengabaikan potensi kebakaran lahan atau hutan. Hal tersebut, lanjut dia, karena angin Monsun Australia sudah aktif dan membawa angin yang sifatnya kering kering ketika tidak terjadi hujan.

Ia juga menjelaskan meskipun secara klimatologis wilayah NTT telah memasuki musim kemarau, namun dalam beberapa hari terakhir cuaca yang terjadi justru didominasi oleh hujan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Kondisi ini, kata dia, menunjukkan bahwa kemarau tahun 2025 berpotensi menjadi kemarau basah, yaitu musim kemarau yang masih diselingi curah hujan signifikan akibat pengaruh dinamika atmosfer regional dan global dan diperkirakan kemarau tahun 2025 akan lebih singkat dibanding kemarau 2024.

Ia juga mengatakan hujan yang masih terjadi di NTT pada akhir Mei 2025 merupakan hasil interaksi kompleks dari dinamika atmosfer lokal dan regional, bukan sekadar anomali sesaat.

"Fenomena ini menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini tidak sepenuhnya kering, melainkan tetap berpotensi diselingi oleh hujan akibat kemarau basah, yang dipengaruhi oleh kondisi laut dan atmosfer yang masih aktif mendukung pembentukan hujan bahkan cuaca buruk," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.