Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Loloskan Durian Beku RI, Barantin: Akses Ekspor Resmi Dibuka

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 17:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Loloskan Durian Beku RI, Barantin: Akses Ekspor Resmi Dibuka Doc: ANTARA/HO-Humas Barantin
Ket. Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat Manaor Panggabean (tengah).

JAKARTA - Terbukanya akses ekspor durian beku ke pasar internasional, seperti Tiongkok, akan meningkatkan permintaan dan harga durian di pasar domestik, sehingga petani dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. 

Ekspor durian beku juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan devisa, peningkatan lapangan kerja di sektor pertanian dan industri pengolahan durian, serta peningkatan investasi di sektor hortikultura. 

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Sahat Manaor Panggabean menyatakan Tiongkok secara resmi telah membuka akses ekspor durian beku asal Indonesia.

Sahat mengatakan, pihaknya bersama Menteri General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) Sun Meijin telah bersepakat menandatangani naskah protokol ekspor durian beku asal Indonesia tujuan Tiongkok

"Pengesahan protokol tersebut bersamaan waktunya dengan momentum kunjungan Perdana Menteri RRT Li Qiang ke Indonesia, yang diterima oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta pada 25 Mei 2025," kata Sahat dalam keterangan di Jakarta, Kamis (29/5).

Dia menyatakan, protokol ekspor durian beku disepakati GACC dan mempercayakan pengawasan kepada Badan Karantina Indonesia secara menyeluruh.

Tiongkok mempercayakan Badan Karantina Indonesia sebagai lembaga otoritas di Indonesia yang akan mengawasi aspek keamanan pangan secara terintegrasi dengan jaminan kesehatan produk asal tumbuhan atau aspek karantinanya.

"Packing house atau rumah kemas sebagai tempat atau sarana pengolahan durian beku yang akan diekspor ke China harus memenuhi syarat sebagai Instalasi Karantina Tumbuhan yang ditetapkan oleh Badan Karantina Indonesia," katanya.

Selanjutnya, Badan Karantina Indonesia akan menerbitkan sertifikat kesehatan tumbuhan (Phytosanitary Certificate) sebagai jaminan ketertelusuran yang meliputi aspek Kebun Teregistrasi dan Rumah Kemas Teregistrasi.

Menurut Sahat, pelaku usaha, eksportir maupun pemerintah daerah menyambut gembira upaya yang berhasil digarap oleh Badan Karantina Indonesia melalui protokol ekspor yang telah membuka akses ekspor durian beku ke negara Tiongkok.

"Protokol ekspor durian ini menitikberatkan pada konsep traceability di mana ketertelusuran tahapan produksi durian segar, baik mulai dari proses tanam di kebun hingga siap dikirimkan dapat terpantau dan tertelusur," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, dalam prosesnya ketertelusuran tersebut melibatkan kerja sama dan koordinasi antar kementerian/lembaga seperti Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan hingga Pemerintah Daerah.

"Dengan terbukanya akses ekspor ini, diharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif di bidang hortikultura dan sebagai sumber perolehan devisa negara untuk mensejahterakan kehidupan petani di Indonesia," kata Sahat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.