Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Kediri: Pelaku mode juga harus peduli lingkungan

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 06:20 WIB | Oleh:
Pemkot Kediri: Pelaku mode juga harus peduli lingkungan Doc: ANTARA/ HO-Pemkot Kediri
Ket. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (tengah berkerudung) dalam acara Inkubasi Kreasi Wastra Mataraman Berkelanjutan yang digelar oleh BI Kediri di Kediri, Jawa Timur, Senin (26/5).

Kediri -- Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa pelaku mode selain paham tentang cepatnya mode berkembang juga harus peduli kepada lingkungan.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengemukakan saat ini dunia sedang dihadapkan oleh isu tentang fast fashion atau mode cepat dan dampaknya pada lingkungan.

"Fast fashion tiap hari bahkan tiap bulan selalu berganti. Situasi ini juga banyak membawa dampak terhadap lingkungan seperti pencemaran terhadap air, tanah dan adanya emisi karbon yang tinggi," katanya di Kediri, Senin.

Ia menambahkan, saat dahulu produksi pakaian cenderung lebih lambat dan fokus pada kualitas karena dibuat dengan tangan.

Namun saat ini, industri mode untuk produksinya juga menggunakan mesin yang lebih modern, sehingga sehari dapat mencetak lebih banyak produk.

Ia mengatakan produksi dengan menggunakan tangan dan produksi menggunakan mesin juga ada perbedaannya. 

Jika menggunakan tangan biasanya lebih awet dan tahan lama. Sedangkan dengan mesin, seringkali membawa dampak pada lingkungan dan membawa dampak pada kualitas pakaian.

“Mungkin sebagian dari masyarakat masih mengalami harus kirim kain dulu ke penjahit, ukur badan dan memilih mode sesuai kebutuhan. Tradisi ini sepatutnya kita jaga bersama. Selain untuk penghormatan pada kekayaan budaya Indonesia, hal ini juga mendukung bidang fesyen yang berkelanjutan dan berfokus pada kesejahteraan manusia,” kata dia.

Kota Kediri, kata dia, juga memiliki wastra otentik yang perlu dibudayakan.

Dirinya mengapresiasi kegiatan Inkubasi Kreasi Wastra Mataraman Berkelanjutan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri. 

Kegiatan yang mengambil tema "Modesty Innovation With Wastra: Integrating Sustainability Into Local Wisdom" ini sangat positif.

Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Wilayah Kediri yang telah menginisiasi adanya kegiatan ini.

"Karena inkubasi ini tidak hanya berfokus pada bagaimana mengembangkan bisnis, tetapi juga tetap memperhatikan kontribusi positif terhadap lingkungan," kata dia.

Mbak Wali, sapaan akrabnya juga berharap seluruh peserta inkubasi dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, hingga sukses mewujudkan karya desain busana yang akan ditampilkan pada Karya Kreatif Mataraman, bulan Juni 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.