Upss… Kenapa Candi Borobudur Harus Diberi Eskalator? Mau Jadi Mal?
Senin, 26 Mei 2025, 13:55 WIBJAKARTA â Candi terbesar dunia yang terletak di Magelang akan dipasangi escalator. Wah ini mengenakkan pengunjung, agar tidak lelah naik. Namun, menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi, pemasangan eskalator ini nonpermanent.
Menurutnya, pemasangan eskalator Candi Borobudur karena aka nada kunjungan kepala negara. Pemasangan atas permintaan Pemerintah Prancis dalam rangka kunjungan resmi Presiden Emmanuel Macron.
Dalam pernyataannya di kantor PCO Gambir Jakarta Pusat Senin, Hasan mengatakan bahwa fasilitas yang disiapkan pemerintah merupakan sarana bantu sementara guna mendukung kelancaran kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke situs warisan dunia tersebut.
Macron akan berkunjung tanggal 28 atau 29 Mei ini. âIni tentu sangat penting bagi Indonesia," katanya ketika disinggung terkait viralnya hal tersebut di media sosial.
Menurut Hasan, kunjungan Presiden Macron akan didampingi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bagian dari agenda kunjungan kenegaraan, kata Hasan, pemerintah ingin memastikan tamu negara dapat mengakses dan menikmati keindahan serta kemegahan Candi Borobudur secara optimal, meskipun dengan waktu yang terbatas.
âCandi Borobudur itu kira-kira setinggi gedung 12 lantai. Jadi, Presiden Perancis tentu dalam kunjungan kenegaraan waktunya terbatas,â ujar Hasan.
Karerna itu, pemerintah menyiapkan dua fasilitas pendukung, yakni ramp atau jalur landai hingga level keempat, serta stair lift, semacam kursi bantu naik yang dipasang di sisi tangga, untuk menjangkau level atas hingga lantai ketujuh atau kedelapan.
Hasan menyatakan bahwa seluruh pemasangan dilakukan dengan prinsip konservasi yang ketat.
âItu semua dibangun dengan pengawasan dari Kementerian Kebudayaan dan tidak ada paku, tidak ada bor. Jadi hanya ditaruh. Didudukkan, ditaruh saja. Jadi nanti ketika misalnya itu selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah,â jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa semua proses dilakukan di bawah pengawasan otoritas berwenang guna memastikan pelestarian warisan budaya tetap terjaga.
Penjelasan ini disampaikan Hasan untuk meredam kekhawatiran publik atas spekulasi yang berkembang di media sosial terkait potensi kerusakan cagar budaya.
Sebuah video yang beredar luas di media sosial, khususnya platform X, menunjukkan pemasangan pelat besi dan papan kayu di tangga Candi Borobudur.
Aktivitas tersebut memicu sorotan publik karena disebut-sebut sebagai bagian dari persiapan pemasangan eskalator menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Video ini kemudian diberitakan oleh berbagai media lokal dan turut menjadi perbincangan di ruang digital.
- Borobudur
- Emmanuel Macron
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Prabowo Puji Kinerja Pramono, Beda Partai Tetap Bisa Kerja Sama Bangun Jakarta
-
Andrea Bocelli Akan Tampil di Candi Borobudur & JIExpo! General Sale Sudah Dimulai
-
Pameran imersif Purwacarita Borobudur
-
Pameran foto Constelaciones Vivas
-
Jaranan Bukan Sekadar Pertunjukan, FJTT Didorong Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Trenggalek
-
Era Mobil Hidrogen Dimulai, BMW Uji iX5 dengan Jarak Tempuh 750 Km
-
Rekomendasi Acara Akhir Pekan di Jakarta: Ada Pertunjukan Tari Balet di TIM hingga Pameran Wastra Nusantara di Museum Tekstil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.