Wabah Mpox Masih Menghantui, Sierra Leone Laporkan Lebih dari 3.000 Kasus, 14 Orang Meninggal

Minggu, 25 Mei 2025, 11:30 WIB

FREETOWN - Jumlah kasus mpox yang tercatat di Sierra Leone sejak awal tahun telah mencapai angka 3.011, dan 14 orang meninggal karena penyakit tersebut, menurut data pemerintah yang baru.

Semua wilayah di negara Afrika barat tersebut kini telah mencatat kasus, menurut angka terbaru dari kementerian kesehatan yang dirilis Jumat (23/5) malam.

Ket. Foto: UNICEF bertindak untuk melindungi anak-anak dan masyarakat yang rentan saat penyakit Mpox terus menyebar. — Sumber: UNICEF

Angka baru tersebut menandai kenaikan hampir 50 persen dalam kasus yang tercatat sejak pembaruan sebelumnya 10 hari yang lalu, pada 13 Mei, ketika 2.045 kasus dan 11 kematian tercatat sejak awal tahun.

Mpox disebabkan oleh virus dari famili yang sama dengan cacar, yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk demam tinggi dan lesi kulit.

Pertama kali diidentifikasi di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970, penyakit ini pada umumnya terbatas di belasan negara Afrika sebelum menyebar lebih luas pada tahun 2022.

WHO mengumumkan tingkat kewaspadaan tertinggi pada tahun 2024.

Pusat pelatihan polisi di ibu kota Freetown telah diperbarui menjadi fasilitas Kesehatan berkapasitas 400 tempat tidur untuk menangani kasus yang terus meningkat, kata pihak berwenang.

Satu dekade lalu, Sierra Leone merupakan salah satu negara yang paling parah terkena dampak epidemi Ebola, yang antara tahun 2014 dan 2016 menewaskan sekitar 4.000 orang, termasuk hampir tujuh persen tenaga kesehatan.

Negara-negara Afrika lainnya telah mengalami peningkatan kasus mpox, dengan ribuan kasus terutama menyerang Kongo, Rwanda, Tanzania, Burundi, dan Kenya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.