Uni Eropa Desak AS Pilih Dialog Daripada Tarif dalam Perundingan Dagang

Minggu, 25 Mei 2025, 16:15 WIB

JAKARTA - Komisi Eropa meminta Amerika Serikat untuk lebih mengedepankan dialog ketimbang ancaman dalam pembahasan perdagangan bilateral setelah Presiden Donald Trump mengusulkan tarif 50% atas produk-produk Uni Eropa. Kepala perdagangan Uni Eropa, Maroš Šef?ovi?, menyampaikan pesan tersebut dalam pembicaraan dengan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, dan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick.

Trump merekomendasikan penerapan tarif lebih tinggi terhadap barang-barang asal Eropa mulai 1 Juni mendatang. Komisi Eropa menyatakan kesiapannya untuk tetap menjalin kerja sama secara konstruktif demi mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Ket. Foto: — Sumber: RTE

“Perdagangan Uni Eropa-AS tidak ada bandingannya & harus dilandasi oleh rasa saling menghormati, bukan ancaman. Kami siap membela kepentingan kami,” tulis Šef?ovi? dalam sebuah pernyataan di platform X.

Pasar langsung merespons negatif pengumuman tersebut, dengan indeks saham utama merosot, dolar AS melemah, dan euro kehilangan sebagian keuntungannya. Kekhawatiran meningkat setelah adanya kemungkinan bea masuk sebesar 25% terhadap produk Apple seperti iPhone yang diproduksi di luar AS.

Ekonom Berenberg, Holger Schmieding, menilai langkah Trump sebagai bentuk eskalasi serius. “Uni Eropa harus bereaksi dan itu adalah sesuatu yang benar-benar akan merugikan ekonomi AS dan Eropa,” ujarnya.

Perundingan perdagangan antara kedua belah pihak saat ini tengah mengalami kebuntuan. AS meminta konsesi sepihak dari Uni Eropa, termasuk pembukaan pasar yang lebih luas, sementara Brussels menekankan perlunya kesepakatan yang setara bagi kedua belah pihak.

Pemimpin Eropa pun memberikan dukungan terhadap pendekatan diplomatik Komisi Eropa. Taoiseach Micheál Martin menilai bahwa langkah Trump akan “sangat merusak” jika benar-benar diwujudkan.

Berbicara di Cork, Martin menyatakan, “Semua orang di UE bertindak dengan itikad baik dan menginginkan penyelesaian yang dinegosiasikan dengan Amerika Serikat,” seraya menegaskan pentingnya hubungan transatlantik.

Tánaiste Simon Harris menambahkan bahwa Irlandia dan Uni Eropa harus tetap fokus mencari solusi damai. “Solusi yang dinegosiasikan tetap menjadi tujuan dan hasil yang diharapkan,” ujarnya.

Menurut Harris, tarif adalah beban yang merugikan semua pihak. Ia mengatakan, “Kenyataannya tarif adalah buruk bagi Irlandia, Uni Eropa, dan AS” karena hanya akan meningkatkan harga bagi konsumen dan pelaku usaha.

Wakil menteri ekonomi Polandia, Michal Baranowski, menilai ancaman tarif adalah bagian dari strategi negosiasi.

Ia mengatakan, “Fakta bahwa kita melihat beberapa pernyataan penting di ranah publik tidak berarti bahwa pernyataan tersebut akan diwujudkan dalam tindakan pemerintah AS.”

Perdana Menteri Belanda, Dick Schoof, menyebut bahwa Uni Eropa tetap akan berpegang pada jalurnya. Ia menyatakan bahwa pengalaman menunjukkan tarif dapat berubah tergantung dinamika pembicaraan dengan AS.

Saat ini Uni Eropa telah menghadapi tarif impor AS sebesar 25% untuk baja, aluminium, dan mobil, serta tarif timbal balik sebesar 10% untuk sebagian besar produk lainnya, yang berpotensi naik menjadi 20% setelah masa tenggang 90 hari berakhir pada 8 Juli.

Menteri Perdagangan Prancis, Laurent Saint-Martin, menyebut bahwa ancaman tarif yang baru dari Presiden Trump sama sekali tidak membantu negosiasi.

Dalam pernyataannya di X, ia menekankan, “Kami mempertahankan garis yang sama: de-eskalasi, tetapi kami siap untuk menanggapi.”

AS baru-baru ini mengirimkan daftar tuntutan kepada Brussels, termasuk penghapusan pajak layanan digital nasional dan adopsi standar keamanan pangan AS. Langkah tersebut bertujuan mengurangi defisit perdagangan barang AS dengan UE, yang hampir mencapai €200 miliar tahun lalu.

Sebagai tanggapan, Uni Eropa menawarkan kesepakatan yang saling menguntungkan yang mencakup penghapusan tarif industri, peningkatan pembelian gas alam cair dan kedelai dari AS, serta kerja sama dalam isu kelebihan kapasitas baja.

Menurut Robert Sockin, ekonom global senior di Citigroup, “Dengan tarif 50%, akan ada perkiraan resesi untuk Eropa, tetapi saya ragu itu akan diberlakukan.”

Ia menilai tujuan utama Trump adalah menarik UE kembali ke meja perundingan.

Komisi Eropa menegaskan kembali bahwa solusi terbaik adalah kesepakatan yang dinegosiasikan. Meski begitu, mereka siap melakukan tindakan balasan, termasuk mengenakan tarif terhadap barang-barang AS senilai €95 miliar jika eskalasi terus berlanjut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.