Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Tamasya Kutai Timur Jadi Pelopor Nasional

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Program Tamasya Kutai Timur Jadi Pelopor Nasional Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi didampingi Kepala DPPKB Kutim Achmad Junaidi memberikan batik khas Kutai Timur kepada Direktur BKBA Kemendugbangga Irma Ardiana pada rapat finalisasi peluncuran Program Tamasya di Kutim.

Sangatta, Kaltim - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) menyatakan bahwa Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang dijalankan perusahaan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur bisa menjadi pelopor nasional.

"PT DSN Kutai Timur telah menunjukkan komitmen terhadap tumbuh kembang anak para pekerja dengan membuat 93 unit tempat penitipan anak," ujar Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak (BKBA) Kemendukbangga Irma Ardiana di Sangatta, Minggu.

Perusahaan ini, katanya, telah menerapkan Program Tamasya melalui penitipan anak, sedangkan secara umum di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), bahkan di Kalimantan Timur, Program Tamasya akan diluncurkan pada 27 Mei 2025.

Peluncuran dijadwalkan dilakukan oleh Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di PT Dharma Satya Nusantara (DSN) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutim.

Irma mengatakan bahwa dengan banyaknya perusahaan yang ada di Kutim, maka melalui peluncuran Program Tamasya dua hari ke depan setiap perusahaan dapat mengikuti langkah yang telah diterapkan oleh PT DSN.

Ia menekankan pentingnya pihak swasta menyediakan fasilitas tempat penitipan anak, agar para karyawan dapat memastikan tumbuh kembang anak lebih baik dan aman, karena di penitipan anak terdapat pengasuh yang telah mendapat pelatihan pola mengasuh anak.

Tempat penitipan anak di lingkungan perusahaan juga berkaitan erat untuk meningkatkan bonus demografi, karena salah satu terwujudnya kesuksesan bonus demografi di Indonesia di antaranya produktivitas tenaga kerja.

Ia mengatakan bahwa Program Tamasya yang merupakan satu dari lima Program Quick Wins, yakni program prioritas Kemendukbangga, maka dinas terkait harus bertanggung jawab memastikan bahwa program itu berjalan dengan baik.

"Di Kutim juga ada Program Bangga Kencana, tentu program ini selaras dengan program kami di kementerian. Jadi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutim akan mengampu program ini," ujar Irma lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.