Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPPMPI Dorong Peningkatan Keterampilan Pemuda Pesisir untuk Atasi Pengangguran

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
KPPMPI Dorong Peningkatan Keterampilan Pemuda Pesisir untuk Atasi Pengangguran Doc: Antara Foto
Ket. PPMPI menekankan pentingnya peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) pemuda pesisir sebagai solusi strategis dalam mengatasi pengangguran. Melalui pelatihan vokasi dan program pemberdayaan, pemuda pesisir diharapkan mampu bersaing.

Menguatkan SDM dalam Hilirisasi Sektor Perikanan Indonesia Menjadikan sumber daya perikanan sebagai modal pembangunan dan kesejahteraan adalah pilihan yang benar, sudah seharusnya menjadi pilihan utama sejak dulu. Menurut Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Perikanan Indonesia (KPPMPI), Hendra Wiguna, sumber daya perikanan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, karena ikan dapat berkembang biak dan memperbarui populasinya.



“Meski dapat diperbaharui, pemanfaatan ikan harus dilakukan secara bertanggung jawab. Penting bagi kita untuk memastikan keberlanjutan sumber dayanya. Oleh karena itu, penambahan nilai produk sebagai bagian dari hilirisasi sektor perikanan penting adanya. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai sekaligus mencegah eksploitasi yang berlebihan.” Jelas Hendra

KPPMPI memandang bahwa penting adanya untuk menyiapkan sumber daya trampil untuk mempermudah laju hilirisasi sektor perikanan. Kata Hendra, SDM menjadi kunci utama dalam mensukseskan agenda tersebut. Maka, sarana pendidikan menjadi sangat penting bagi pemuda untuk membekalinya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dalam ekosistem hilirisasi sektor perikanan.

“Mungkin dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) setiap tahunnya merekrut sekitar 2000-an taruna untuk masuk di lingkup satuan pendidikan kelautan perikanan tinggi vokasi dan menengah vokasi. Namun, rasanya belum cukup mengingat potensi sumber daya perikanan yang kita miliki serta agenda hilirisasi yang dicanangkan.” Terang Hendra

KKP sendiri saat ini memiliki lima Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan sebelas perguruan tinggi berupa politeknik dan akademi. Menurut Hendra, tidak cukup untuk memastikan adanya sumber daya manusia unggul yang akan mengurusi hilirisasi sektor perikanan.

“Oleh karena itu, apabila dirasa menghadirkan sekolah perikanan adalah sesuatu yang berat di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Maka tidak ada salahnya bila di setiap sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dihadirkan kurikulum atau mata pelajar yang menjadi bagian dari menyiapkan sumber daya unggul di sektor perikanan. Utamanya bagi sekolah-sekolah yang berada di pesisir dan pulau-pulau kecil.” Ungkap Hendra

Pendidikan dan hilirisasi perikanan menjadi dua hal yang tidak dapat terpisahkan, sambung Hendra, keduanya akan menjawab persoalan pengangguran dan urbanisasi pemuda.

“Menghadirkan lapangan pekerjaan dari hilirisasi perikanan itu baik, namun kesempatan itu akan hilang bilamana sumber daya kita belum siap. Melihat bagaimana saat ini ada sebanyak 7,28 juta orang menganggur, jumlah ini meningkat sekitar 1,11 persen atau sebanyak 0,08 juta dari tahun 2024. Hal tersebut tentu tidak lepas dari sebab belum adanya ketersesuaian antara SDM dengan permintaan industri.” Pungkas Hendra

Terlebih diperburuk dengan lemahnya permintaan pasar global untuk tekstil, meski demikian peluang besar justru terbuka untuk pasar perikanan. Kendati demikian, KPPMPI berharap adanya upaya untuk penambahan nilai produk perikanan (Value Added) sebagai bagian dari semangat hilirisasi perikanan. Sehingga dengan demikian, akan ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan terutama bagi pemuda angkatan kerja.

“Oleh karena itu, apa yang diperlukan untuk mewujudkan hilirisasi harus sejalan dengan agenda peningkatan keterampilan sumber daya manusianya. Maka dari itu, terutama pemuda pesisir penting untuk dibekali kemampuan yang diperlukan dalam ekosistem hilirisasi sektor perikanan.” Ujar Hendra

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mesir Siap Turun Tangan Ban...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.