Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Banyak Orang di Jepang Jadi Sasaran Surel Penipuan

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 14:25 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Makin Banyak Orang di Jepang Jadi Sasaran Surel Penipuan Doc: NHK

TOKYO - Sebuah perusahaan keamanan siber Amerika Serikat (AS) bernama Proofpoint melaporkan bahwa jumlah email phishing atau surel penipuan yang menargetkan orang-orang di Jepang telah meningkat tajam.

Perusahaan itu mengatakan bahwa program AI generatif dan teknologi lainnya memungkinkan para penipu mengatasi kendala bahasa yang dulunya berfungsi sebagai tindakan defensif.

“Jumlah email phishing yang ditujukan kepada orang-orang di Jepang mulai meningkat sekitar bulan Desember tahun lalu dan kemudian melonjak tajam tahun ini,” ungkap Proofpoint.

Saat orang mengklik tautan yang ditampilkan dalam email phishing, mereka diarahkan ke situs web palsu dan informasi pribadi mereka dapat dicuri.

Perusahaan keamanan siber itu mengatakan telah menganalisis sekitar 600 juta surat elektronik penipuan yang terdeteksi di seluruh dunia pada bulan April. Ditemukan bahwa 83,6 persen di antaranya menargetkan orang-orang di Jepang.

Dalam banyak kasus, pengirim yang berpura-pura sebagai perusahaan sekuritas mencoba mencuri nama pengguna dan kata sandi milik nasabah sehingga penipu dapat memperoleh akses ke dalam akun.

Perusahaan pialang Jepang mengatakan telah terjadi banyak kasus tahun ini, ketika penipu berhasil mengambil alih akun nasabah dan kemudian menggunakannya untuk melakukan transaksi penipuan.

Perusahaan keamanan siber mengatakan orang tidak boleh mengklik tautan dalam surat elektronik yang mencurigakan atau memasukkan kata sandi dan informasi pribadi.

Perusahaan itu merekomendasikan penggunaan autentikasi multifaktor dengan identifikasi biometrik.

Yukimi Sohta dari Proofpoint mengatakan bahwa bahasa Jepang sebelumnya berfungsi sebagai pertahanan penghalang. Ia menjelaskan bahwa teknologi AI generatif dan sarana lain telah menghilangkan penghalang itu dan memudahkan para penipu untuk menargetkan orang-orang di Jepang.

Sohta mengatakan bahwa tindakan lebih lanjut perlu diambil terhadap surat elektronik penipuan. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.