Penyebab Kapal Layar Meksiko Menabrak Jembatan Brooklyn di New York Terungkap

Senin, 19 Mei 2025, 10:15 WIB

NEW YORK - Sebuah kapal layar pelatihan milik angkatan laut Meksiko menabrak Jembatan Brooklyn di New York City pada Sabtu (17/5), menewaskan dua orang dan melukai 19 orang.

Kapal layar Cuauhtémoc seharusnya meninggalkan kota dan berlayar ke laut ketika menabrak jembatan ikonik itu pada Sabtu malam. Ketiga tiangnya patah, dan para saksi mata menggambarkan pemandangan yang kacau balau.

Ket. Foto: Kepolisian New York bersiap menaiki Cuauhtamoc, kapal pelatihan Angkatan Laut Meksiko yang menabrak Jembatan Brooklyn — Sumber: AP

Ada 277 orang di atas kapal saat bertabrakan dengan anjungan. Dalam rekaman video, awak kapal yang berdiri di atas anak tangga tiang kapal terlihat berpegangan erat pada tiang kapal.

Yang lainnya tergantung dengan tali yang tinggi di udara, menunggu bantuan.

Beberapa pelaut tergantung tinggi di udara, menunggu pertolongan. Banyak korban dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Jembatan berusia 142 tahun itu tidak mengalami kerusakan besar, kata Wali Kota New York City Eric Adams. Investigasi atas insiden tersebut masih berlangsung.

Apa yang terjadi?

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 8.30 malam pada hari Sabtu (17/5), di East River, New York.

Cuauhtémoc, kapal pelatihan yang sedang dalam perjalanan muhibah, seharusnya berlayar ke laut setelah singgah di New York City untuk mengisi bahan bakar. Namun, alih-alih berlayar ke selatan, kapal itu justru menuju ke arah yang salah menuju Jembatan Brooklyn, kata pejabat kota kepada CNN.

Orang-orang yang lewat di tepi pantai Brooklyn mengabadikan momen tabrakan itu di kamera, rekaman yang menunjukkan kerumunan orang berlarian dari tepi air saat tiang-tiang kapal yang menjulang tinggi bertabrakan dengan anjungan.

Kapal, yang membawa 277 orang itu tampaknya menabrak semacam perancah atau rangka di bawah jembatan, yang kemudian terlihat berayun.

Puing-puing terlihat berjatuhan ke arah dek kapal, termasuk bagian tiang kapal, lampu, dan tali-temali. Anggota kru yang berdiri di tiang kapal berpegangan pada kapal saat bersiap menghadapi benturan. Beberapa orang terlonjak ke depan, tetapi tidak ada yang jatuh ke air.

Penjaga Pantai New York mengatakan Cuauhtémoc kehilangan ketiga tiang kapal dan semua personel di kapal telah ditemukan.

Jembatan bersejarah ini tidak mengalami kerusakan besar dan dibuka kembali setelah pemeriksaan awal.

Siapa korbannya?

Dua orang yang tewas dalam kecelakaan itu merupakan awak kapal, sejauh ini hanya satu yang teridentifikasi.

América Yamilet Sánchez (20) dari Veracruz, Meksikodiidentifikasi sebagai salah satu kadet yang tewas oleh gubernur Veracruz.

Dalam konferensi pers, Wali Kota New York City Eric Adams mengonfirmasi 19 orang terluka, lima di antaranya kritis. Wali kota kemudian mengatakan di X bahwa dua dari korban luka telah meninggal dunia.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum berduka atas hilangnya kedua awak kapal.

Para pejabat mengatakan korban yang terluka paling parah berada di tiang kapal saat tabrakan terjadi. Adams mengatakan korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bellevue untuk dirawat.

Apa penyebab kecelakaan itu?

Investigasi atas penyebab kecelakaan masih berlangsung, tetapi laporan awal menunjukkan kapal mengalami semacam masalah mekanis yang mungkin menyebabkannya melaju ke arah yang salah.

Cuauhtémoc terlihat pada hari Sabtu bergerak cepat secara terbalik menuju sisi Brooklyn di East River, langsung menuju ke jembatan.

Adams mengatakan kapal itu mengalami kecelakaan mekanis yang menyebabkannya terbalik ke anjungan, setelah berangkat dari Dermaga 17 di dekatnya.

Kapten kapal mengatakan kepada pihak berwenang ia kehilangan daya kapal, sehingga memaksanya menuju ke abutmen jembatan di sisi Brooklyn.

Tinggi tiang Cuauhtémoc adalah 158 kaki tetapi jembatan memiliki jarak bebas 135 kaki di bagian tengahnya.

Perjalanan kapal

Setiap tahun, Cuauhtémoc, kapal pelatihan angkatan laut Meksiko untuk Sekolah Militer Angkatan Laut Heroik Meksiko, berangkat di akhir sekolah militer angkatan laut untuk menyelesaikan pelatihan kadet.

Rencananya, kapal itu akan menghabiskan lebih dari 200 hari mengunjungi 22 pelabuhan di 15 negara termasuk Jamaika, Kuba, Skotlandia, Spanyol, Barbados, Islandia, dan London, tetapi perjalanan itu tiba-tiba dipersingkat di New York.

Tahun ini, kapal itu meninggalkan pelabuhan Acapulco, Meksiko, di pesisir Pasifik, pada 6 April, kata angkatan laut. Konsulat Meksiko mengatakan kapal itu tiba di Dermaga 17 pada 13 Mei dan mengundang orang untuk berkunjung hingga 17 Mei.

Kapal yang berukuran panjang sekitar 297 kaki dan lebar 40 kaki, hendak meninggalkan Kota New York untuk tur muhibah ke Islandia ketika insiden itu terjadi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.