Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jasimine Paolini Ukir Sejarah

📅 Senin, 19 Mei 2025, 06:44 WIB | Oleh:
Jasimine Paolini Ukir Sejarah Doc: Tiziana FABI / AFP
Ket. Petenis Italia Jasmine Paolini merayakan kemenangannya dalam pertandingan final tunggal putri melawan petenis AS Coco Gauff selama turnamen tenis WTA Rome Open di Foro Italico di Roma, Minggu (18/5) dini hari WIB.

ROMA — Jasmine Paolini mengukir sejarah baru di tenis Italia. Di hadapan ribuan penonton yang memadati Foro Italico,Minggu (18/5) dini hari WIB, petenis berusia 29 tahun itu menaklukkan Coco Gauff dua set langsung, 6-4, 6-2, dan merebut gelar juara Italia Open 2025.

Kemenangan ini menjadikan Paolini sebagai petenis putri Italia pertama yang menjuarai turnamen bergengsi di Roma sejak Raffaella Reggi padatahun1985. Gelar ini juga menjadi titel WTA 1000 keduanya setelah sukses di Dubai tahun lalu. Ini juga menjadi dorongan moril menjelang tampil di Roland Garros akhir Mei nanti.

“Setiap kali turun ke lapangan, saya bermain dengan sukacita, semangat, dan ketenangan,” tandas Paolini. Dia berusaha menikmati momen, tanpa terbebani ekspektasi berlebih. Paolini mencintai pekerjaan ini dan membuatnya merasa sangat beruntung.

Penampilan Paolini begitu meyakinkan sejak awal.Dia tampil tenang dan solid. Sedangkan Gauff justru banyak melakukan kesalahan sendiri. Petenis asal Amerika Serikat itu mencatat 55 unforced error dan tujuh double fault, angka yang membuatnya frustasi sepanjang laga.

“Rasanya menyakitkan. Tapi saya tetap percaya diri. Bisa mencapai final meski bermain kurang maksimal memberi harapan untuk Roland Garros. Mungkin benar ‘ketiga kali adalah keberuntungan’,”ujarGauff yang juga kalah di final Madrid Openawal bulan ini.

Gauff, yang delapan tahun lebih muda dari Paolini, gagal menjadi petenis AS termuda yang juara di Roma sejak Serena Williams padatahun 2002. Sebaliknya, Paolini kini tercatat sebagai juara debut Roma tertua di Era Open.

Kemenangan ini bisa menjadi awal dari pekan emas bagi Italia. Paolini masih akan tampil di final ganda putri bersama Sara Errani, menghadapi pasangan Veronika Kudermetova dan Elise Mertens. Jika menang, dia akan menjadi petenis pertama sejak Monica Seles (1990) yang menjuarai nomor tunggal dan ganda di Roma dalam tahun yang sama.

Sementara itu, di sektor putra, Italia juga menaruh harapan besar pada Jannik Sinner yang akan menantang Carlos Alcaraz di final, Senin dini hari WIB. Jika Sinner dan pasangan Paolini-Errani sama-sama menang, Italia akan memborong seluruh gelar utama di turnamen kandang, sebuah prestasi luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bagi Paolini, kemenangan di Roma bukan sekadar trofi, tetapi juga pernyataan bahwa dirinya kini layak diperhitungkan di panggung elite. ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.