Papua Barat Pasang Target Ambisius! Ekonomi Tumbuh 5,35% demi Rakyat Sejahtera!

Kamis, 15 Mei 2025, 16:43 WIB

MANOKWARI - Penguatan ekonomi di Papua Barat sangat penting karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. 

Papua Barat memiliki potensi ekonomi yang besar, namun perlu dikelola dengan baik untuk memaksimalkan manfaatnya bagi seluruh masyarakat. 

Ket. Foto: Arsip foto - Aktivitas perdagangan di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. — Sumber: ANTARA/Fransiskus Salu Weking.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menargetkan laju pertumbuhan ekonomi pada 2026 mencapai 5,35 persen, guna meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, di Manokwari, Kamis (15/5), mengatakan ada dua program prioritas yang dilaksanakan pemerintah provinsi dalam merealisasikan target pertumbuhan ekonomi.

Program pertama, penguatan ekonomi yang produktif, inklusif, dan berbasis potensi lokal. Kedua, penguatan ketahanan dan kemandirian pangan melalui pembangunan pertanian dan perikanan berkelanjutan.

"Dua program ini bagian dari tujuh program prioritas pembangunan daerah," kata Dominggus.

Selain itu, kata Dominggus lagi, pemerintah provinsi akan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas antarwilayah sehingga aktivitas ekonomi masyarakat berjalan lancar.

Pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan konektivitas dimaksud tidak hanya memperhatikan dampak ekonomi, melainkan aspek keberlanjutan, aspek sosial, dan aspek lingkungan.

"Infrastruktur yang baik merupakan fondasi dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi," ujar Dominggus.

Menurut dia, penguatan ekonomi kerakyatan dapat terlaksana melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tetap mengutamakan kearifan lokal.

Upaya itu bertujuan agar dampak positif dari pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan masyarakat kalangan menengah ke atas, melainkan seluruh lapisan masyarakat di seluruh Papua Barat.

"Papua Barat ini kaya akan sumber daya alam, tapi tentu pengelolaannya harus bijak agar bisa dirasakan semua kalangan," ujar Dominggus pula.

Gubernur juga berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus) demi mewujudkan kesejahteraan Orang Asli Papua yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat.

Seluruh kerangka pembangunan daerah dengan paradigma otsus sudah seharusya terintegrasi dengan program pemberdayaan bagi orang asli Papua dalam berbagai sektor kehidupan.

"Sesuai tema RKP Nasional 2026 yaitu kedaulatan pangan dan energi serta ekonomi yang produktif dan inklusif," katanya lagi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Papua Barat tahun 2024 mengalami pertumbuhan impresif 20,8 persen secara kumulatif jika dibandingkan periode 2023 yaitu 3,91 persen.

Pertumbuhan tertinggi disumbang oleh industri pengolahan sebesar 32,9 persen (c-to-c), diikuti lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebanyak 29,7 persen (c-to-c).

"Kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB Papua Barat 2024 mencapai 38,9 persen, kalau pertambangan dan penggalian 25,3 persen," ujar Kepala BPS Papua Barat Merry.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.