Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Besar Dimulai! Aceh Barat Daya Cetak Sawah dari Bekas Kebun Sawit

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 15:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Proyek Besar Dimulai! Aceh Barat Daya Cetak Sawah dari Bekas Kebun Sawit Doc: Antara/Suprian
Ket. Ilustrasi - Petani memanen padi secara tradisional di Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh.

BANDA ACEH – Perluasan sawah, terutama di lahan yang tidak produktif, dapat meningkatkan produksi padi dan beras, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Dengan bertani padi, petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka.

Lahan yang dulunya tidak produktif dapat dimanfaatkan untuk pertanian, mengurangi potensi konflik sosial dan meningkatkan penggunaan lahan. Proyek cetak sawah dapat memberikan peluang kerja dan pendapatan bagi masyarakat sekitar, terutama di daerah pedesaan.

Bupati Aceh Barat Daya Safaruddin menegaskan pemerintah setempat segera mencetak sawah baru di lahan perkebunan sawit bekas Hak Guna Usaha PT Cemerlang Abadi (CA) di Kecamatan Babahrot untuk dikelola masyarakat.

"Paling tidak, kita mau ciptakan, mencetak sawah baru untuk masyarakat Aceh Barat Daya (di lahan eks HGU PT CA)," kata Safaruddin di Banda Aceh, Senin (12/5).

Sebagai informasi, sebelumnya, Menteri ATR/BPN sudah mengeluarkan SK Nomor 25/HGU/KEM-ATR/BPN/III/2019 tertanggal 29 Maret 2019 tentang Perpanjangan Jangka Waktu HGU atas nama PT Cemerlang Abadi atas tanah diAceh Barat Daya.

Dari 4.847 hektare yang diusulkan PT CA untuk perpanjangan HGU, Kementerian ATR/BPN hanya memperpanjang 2.002 hektare saja. Sedangkan sisanya 960 hektare menjadi lahan plasma, dan seluas 1.902 hektare menjadi lahan tanah objek reforma agraria (TORA).

Safaruddin mengatakan pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan sekitar 2.862 lahan eks HGU tersebut, karena jika tidak, dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

"Sisanya itu akan menjadi konflik sosial kalau tidak dibereskan oleh pemerintah," ujarnya.

Terkait hal ini, dirinya telah menemui langsung Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid guna mencarikan solusi terbaik terhadap pengelolaan lahan tersebut.

"Sudah saya katakan kepada Pak Menteri ATR/BPN untuk memberikan rekomendasi kepada saya, mau saya apakan ini," kata pria yang akrab disapa Dhien Kalon itu.

Ia menambahkan sejauh ini ada beberapa pertanyaan yang timbul terkait adanya yang merampas lahan tersebut hingga terjadinya jual-beli, dan masalah itu harus ditertibkan.

"Siapapun itu, oknum pejabat kah, orang terdekat kah, tidak ada urusan, itu harus kembali ke pemerintah, pemerintah yang akan mengatur semuanya untuk dikemanakan. Kembalikan tanah itu demi kebaikan masyarakat," demikian Safaruddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Daya Beli Melemah, Pinjol K...
Rona
Tahu Rencana Ayu Ting Ting ...

Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil Dievakuasi

41 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Nasional
Api Kepung Habitat, 51 Oran...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.