Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Modal Baru Hadapi Gempuran Barang Impor, Kini Publik Semakin Mengenal Produk Lokal

📅 Minggu, 11 Mei 2025, 23:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Modal Baru Hadapi Gempuran Barang Impor, Kini Publik Semakin Mengenal Produk Lokal Doc: Kementerian Perdagangan
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso (kiri) di sela sela peluncuran “Gerakan Kamis Pakai Lokal”(GASPOL) di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis pagi, (8/5)

JAKARTA-Publik semakin mengenal produk lokal seiring dengan meningkatnya indeks pengenalan publik terhadap produk lokal. Terbaru Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan “Gerakan Kamis Pakai Lokal”(GASPOL) di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis pagi, (8/5).

Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam acara itu menuturkan, melalui GASPOL, dirinya mengajak pegawai Kemendag untuk menggunakan busana dan aksesori buatan dalam negeri setiap Kamis. Inisiatif ini menjadi langkah konkret Kemendag mendukung penggunaan produk lokal.

“Saya mengajak seluruh pegawai Kemendag untuk bangga, bela, beli, dan pakai produk lokal. Kita akan gunakan pakaian, tas, alas kaki, dan aksesori lokal setiap Kamis. GASPOL adalah bentuk dukungan Kemendag dan pegawainya untuk menggunakan produk dalam negeri,” kata Mendag.

Dalam inisiasi GASPOL hari ini, Mendag Busan memimpin senam pagi bersama seluruh pejabat dan pegawai Kemendag dengan dress code pakaian dan sepatu olahraga lokal. Mendag Busan mengatakan, GASPOL menjadi momentum penguatan pasar dalam negeri melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Penggunaan produk dalam negeri pun dimulai dari internal Kemendag. 

Untuk langkah selanjutnya, Mendag Busan menargetkan GASPOL untuk menjadi gerakan massal. Menurutnya, GASPOL dapat menginspirasi masyarakat luas untuk memakai produk lokal sehingga menumbuhkan budaya bangga dengan produk lokal. Selain itu, GASPOL juga sejalan dengan program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri. “Jika mengisi pasar dalam negeri dengan produk-produk kita sendiri, kita sedang mendorong pertumbuhan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kita,” tambah Mendag Busan.

GASPOL juga menjadi respons positif dari meningkatnya indeks pengenalan publik terhadap produk lokal. Indeks tersebut naik dari 71,79 pada 2023 ke 73,4 pada 2024. “Kenaikan ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Indonesia terhadap produk lokal semakin membaik dari tahun ke tahun,” ujar Mendag Busan.

Semakin Berkualitas 

Mendag Busan menjelaskan, produk Indonesia memiliki kualitas sangat baik. Produk-produk Indonesia juga terus mengembangkan berbagai model yang mengikuti selera terkini. Kemendag akan terus mendorong dan memfasilitasi UMKM Indonesia untuk mendapatkan akses pasar dalam dan luar negeri melalui berbagai program.

Beberapa program ini, yaitu Bangga Buatan Indonesia, promosi melalui pameran dagang dalam dan luar negeri, penjajakan kerja sama bisnis (business matching), serta fasilitasi kerja sama dengan toko serba ada(departement store), ritel modern, perhotelan, dan pusat perbelanjaan. “Rasa memiliki dan kecintaan terhadap produk lokal harus terus ditanamkan di seluruh lapisan masyarakat.

Melalui budaya membeli produk lokal, kita tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” pungkas Mendag Busan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
19 Orang Tewas dalam Traged...
Nasional
Permudah Akses WLKP, Kemnak...
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.