Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dapur MBG Pertama di Denpasar Mampu Memproduksi 3.700 Paket

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dapur MBG Pertama di Denpasar Mampu Memproduksi 3.700 Paket Doc: ANTARA
Ket. Siswa SMPN 3 Denpasar menikmati makanan bergizi gratis dari dapur MBG pertama di Denpasar, Bali, Rabu (7/5/2025).

DENPASAR – Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, KN Boy Jayawibawa, menyebut dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pertama di Kota Denpasar dapat memproduksi 3.700 paket sehari.

Hal ini disampaikan di Denpasar, Rabu (07/5), usai meresmikan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Bali yang akan melayani sekolah di Denpasar.

“Tadi disampaikan sekitar 3.700 paket dari TK sampai SMA, produksi setiap hari menyasar sekitar lima atau tujuh sekolah,” kata Boy.

Disdikpora Bali mencatat dapur ini yang pertama dibentuk Polda Bali, namun untuk keseluruhan Bali dapur produksi dan distribusi MBG ini sudah berdiri di Jembrana, Karangasem, dan Tabanan.

Boy menyampaikan idealnya dapur MBG hadir di seluruh kabupaten/kota, namun ia menyadari prosesnya bertahap dan memerlukan dukungan berbagai pihak.

Untuk milik Polda Bali, pihaknya telah membantu memetakan sekolah sasaran di seputar Denpasar Timur, seperti SMAN 7 Denpasar dan SMPN 3 Denpasar, sekolah tujuan hari ini.

Pada hari pertamanya dapur MBG yang berlokasi di Jalan Plawa Nomor 40 ini memproduksi 771 paket makanan bergizi yang disalurkan dengan dua mobil boks.

Disdikpora Bali melihat menu yang diberikan sudah sesuai aturan kesehatan dengan lauk daging, sayur, dan tambahan sayuran yang juga telah dipastikan keamanannya oleh dokkes.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Denpasar Made Kartika Sari mengatakan respons seluruh siswa penerima makanan bergizi gratis sangat baik.

“Dari respons siswa sambut baik karena ini bermanfaat bagi siswa kami, ketika ditanya ke siswanya ternyata menunya cocok, orang tua juga responnya baik karena sebelum ini biasanya siswa bawa bekal sendiri atau ada belanja di kantin,” ujarnya.

Melihat kasus keracunan di daerah lain, SMPN 3 Denpasar mengawal proses penyaluran dan memberi pendampingan pada jam makan, serta memastikan segera mengambil tindakan membawa ke fasilitas kesehatan jika terdapat indikasi keracunan.

Made Kartika menyebut semestinya 1.061 siswa mendapat makanan bergizi gratis, namun karena bertahap maka pada awal hanya siswa kelas IX dengan 328 siswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.