Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dulu Terabaikan, Kini Jadi Prioritas! Sekolah Warga Miskin Diperkuat Habis-habisan

📅 Senin, 05 Mei 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dulu Terabaikan, Kini Jadi Prioritas! Sekolah Warga Miskin Diperkuat Habis-habisan Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempertegas komitmennya mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan khususnya melalui program Sekolah Rakyat (SR). Lembaga itu memastikan kesiapan lahan dan prasarana untuk pengembangan program SR yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Kami memastikan infrastruktur dasar, seperti gedung sekolah, asrama, sanitasi dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya akan tersedia secara memadai. Ini penting agar anak-anak Indonesia khususnya dari kalangan miskin ekstrem yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas," kata Menteri Dody Hanggodo saat meninjau lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (3/5).

Calon Sekolah Rakyat di Kabupaten Solok akan memanfaatkan lahan dan bangunan milik Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja di Kabupaten Solok seluas 20.480 m². Selanjutkan akan dilakukan rehabilitasi oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana Strategis, Kementerian PU dengan mengoptimalkan bangunan eksisting BLK meliputi pekerjaan rehabilitasi 19 ruang asrama dan 7 rumah dinas dengan kapasitas 100 siswa/siswi.

Dody mengatakan program Sekolah Rakyat ini harus didorong dan didukung oleh seluruh pihak, baik Kementerian/ Lembaga terkait maupun Pemerintah Daerah.

“Saya sangat mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, Kabupaten Solok dalam mendukung program Sekolah Rakyat. Ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pendidikan di daerah, terutama untuk masyarakat yang berada di garis kemiskinan dan kesulitan akses pendidikan," kata Menteri PU.

Pekerjaan fisik pengembang bangunan eksisting BLK ini membutuhkan biaya sebesar 7,8 miliar rupiah. Selain asrama dan rumah dinas, juga dilakukan rehabilitasi perpustakaan, ruang UKS, 4 ruang kelas, mushola, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang kepala sekolah.

Rehabilitasi Balai Latihan Kerja Kabupaten Solok masuk dalam rencana pengembangan Sekolah Rakyat di Provinsi Sumatera Barat tahap 1. Selain BLK Solok juga akan dibangun 2 lokasi lainnya, yakni di Balai Besar Pendidikan & Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Padang dengan luas lahan 20.480 meter persegi dan Kampus 3 Universitas Negeri Padang dengan luas lahan 9.733 meter persegk

Selanjutnya, pada tahap II telah dilakukan survei untuk 7 lokasi yang tersebar di Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai, Padang Pariaman, dan Tanah Datar. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi/ lembaga terkait di Provinsi Sumatera Barat guna mendukung kelancaran pengembangan Sekolah Rakyat.

Investasi Jangka Panjang

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun sekolah, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi berkualitas dan mandiri.

"Terima kasih Pak Menteri PU, program ini sangat strategis untuk mendukung pemerataan pendidikan, khususnya di kawasan dataran tinggi di Sumatera Barat yang selama ini terkendala akses dan fasilitas,” kata Mahyeldi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Jangan Asal Ngecas! Ini Tat...
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.