Bapanas: Jika Tidak Mampu Menjaga Luas Tanam, Produksi Bisa Anjlok
Senin, 05 Mei 2025, 10:54 WIBJAKARTA â Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan agar luas tanam harus terus dijaga. Sebab, itu menentukan produktivitas pangan nasional.
"Jika kita tidak mempertahankan luas tanam 6,61 juta hektare, produksi bisa di bawah kebutuhan nasional yang rata-rata 2,5 sampai 2,6 juta ton per bulan,â tegasnya usai menerima kunjungan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang, Eto Taku, di Kantor NFA, Jakarta pekan lalu.
Di tengah naiknya harga beras di sejumlah negara tetangga terangnya, Indonesia tetap stabil dengan harga pembelian gabah petani sebesar 6.500 rupiah per kilogram (kg) dan ketersediaan stok yang memadai.Â
Dengan kerja keras kementerian teknis dan dukungan berbagai pihak, sampai Mei 2025 kita surplus 1,68 juta ton. Tetapi dia mengingatkan lagi bahwa luas tanam ini yang harus dijaga.
Lebih lanjur Arief menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan inflasi tahunan pada 2024 merupakan yang terendah di dalam sejarah, yakni sebesar 1,57 persen.Â
Selain itu, ketersediaan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 3,1 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, yang menandai keberhasilan penguatan ketahanan pangan nasional.
âSejak tahun 1958, inflasi Indonesia berada pada titik terbaik, di 1,57 persen. Ini ditopang oleh ketersediaan beras yang juga terbaik dalam sejarah. Hari ini mencapai 3,1 juta ton," ungkap Arief.Â
Peningkatan produksi pangan nasional ujarnya terus diupayakan selaras dengan peningkatan kesejahteraan petani yang menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto. âBapak Prabowo sangat concern terhadap kesejahteraan petani. Kita ingin produksi naik, tapi juga petani sejahtera,â tambahnya.
Menurutnya, ketahanan pangan Indonesia harus bertumpu pada kemandirian dan kedaulatan pangan. Tiga pilar utama yang menjadi perhatian adalah ketersediaan (availability), keterjangkauan (affordability), dan kemudahan akses (accessibility). Namun, tujuan utama tetap pada pencapaian swasembada pangan. Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Politisi Republik Demokratik Kongo Dipukuli hingga Tewas setelah Siaran soal Wabah Ebola di Radio
-
Peternak Dicekik Rp19 Ribu, Konsumen Diperas Rp40 Ribu! DPR Soroti Middleman Ayam
-
Amat Membahayakan, 87 Napi Berisiko Tinggi Digusur ke Nusakambangan
-
Aging Population di Depan Mata, OJK Soroti Pentingnya Penguatan Dana Pensiun
-
Obat Penurun Berat Badan yang Dijuluki 'Godzilla' Tunjukkan Manfaat untuk Gula Darah
-
Moskow Dihujani Serangan Drone Ukraina di Tengah Pemilu
-
Kincir Air Swadaya Petani Atasi Kekeringan di Tasikmalaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.