Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Bikin Anak Cuek? Psikolog Bocorkan Trik Jitu Hadapi Buah Hati yang Kecanduan Gadget!

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 07:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Teknologi Bikin Anak Cuek? Psikolog Bocorkan Trik Jitu Hadapi Buah Hati yang Kecanduan Gadget! Doc: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Ket. Sejumlah anak bermain panjat dinding di Tebet Eco Park, Jakarta, Kamis (18/5/2023).

JAKARTA - Peran orang tua dalam membatasi anak bermain gadget sangat penting untuk menjaga keseimbangan aktivitas dan perkembangan anak secara holistik. Orang tua dapat membatasi waktu penggunaan gadget, memilih aplikasi yang sesuai dengan usia, menemani anak saat bermain, dan mengawasi interaksi sosial online anak. 

Selain itu, orang tua juga perlu memberikan contoh penggunaan gadget yang sehat dan bertanggung jawab, serta mengajak anak untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. 

Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Adityana Kasandravati Putranto ????menekankan pentingnya peran orang tua dalam membekali anak agar tidak terjebak dalam ketergantungan teknologi yang dapat menghambat hubungan sosial mereka, baik dengan orang tua maupun teman sebaya.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuat anak-anak berisiko ketergantungan dengan hal tersebut yang dapat mengurangi interaksi sosialnya. Beberapa strategi bisa diterapkan agar penggunaan teknologi tidak sampai mengurangi interaksi sosial anak dengan lingkungannya.

"Untuk mencegah AI membatasi interaksi anak, baik dengan orang tua maupun teman-temannya, orang tua dapat mengambil beberapa langkah strategis," kata Adityana saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (3/5).

Dia menjelaskan beberapa langkah tersebut antara lain dengan membangun rutinitas keluarga misalnya dengan meluangkan waktu setiap hari untuk berinteraksi dengan anak tanpa gangguan teknologi. Interaksi itu bisa berupa makan bersama, bermain, atau berbicara tentang kegiatan sehari-hari.

"Orang tua juga bisa mengajak anak melakukan aktivitas yang tidak melibatkan teknologi, seperti berolahraga, berkebun, atau melakukan kerajinan tangan," ujar dia.

Kemudian, orang tua bisa mendorong interaksi sosial anak dengan membuat jadwal untuk bermain bersama keluarga atau mengunjungi teman dan kerabat. Anak juga dianjurkan didaftarkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, atau klub, yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan teman sebaya.

Adityana menyarankan orang tua membuat aturan tegas terkait penggunaan gawai, termasuk menetapkan zona tanpa teknologi di rumah seperti ruang makan atau kamar tidur.

"Buat aturan yang jelas tentang kapan dan berapa lama anak boleh menggunakan perangkat yang didukung AI. Misalnya, tidak menggunakan perangkat saat makan atau sebelum tidur," ucapnya.

Lalu, anak perlu dilatih berkomunikasi secara baik dan aktif, termasuk melatih mereka untuk mengekspresikan perasaan dan pendapat. Permainan peran bisa menjadi metode yang efektif untuk membantu anak belajar berinteraksi dengan orang lain dalam berbagai situasi sosial.

Psikolog yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Klinis Indonesia itu menekankan pentingnya orang tua menjadi contoh untuk mengajarkan pembatasan penggunaan teknologi dan lebih banyak berinteraksi langsung dengan orang lain.

"Ajak anak berdiskusi tentang pentingnya interaksi sosial dan dampak negatif dari ketergantungan pada teknologi," kata dia.

Menurut Adityana, teknologi bisa dimanfaatkan secara positif untuk melatih interaksi sosial ini misalnya permainan yang bisa dimainkan bersama teman atau aplikasi yang mendukung proyek kelompok. Jika anak tidak bisa bertemu langsung dengan, ajarkan mereka cara menggunakan video call untuk tetap terhubung dengan teman-temannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

59 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.