Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jatim lakukan penguatan kolaborasi atasi kemiskinan ekstrem

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 13:25 WIB | Oleh:
Pemprov Jatim lakukan penguatan kolaborasi atasi kemiskinan ekstrem Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jawa Timur
Ket. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat menghadiri Dialog Pilar Sosial se-Malang Raya di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (2/5).

Malang, Jawa Timur -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan penguatan kolaborasi dengan pilar sosial sebagai upaya mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah setempat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan proses penanganan kemiskinan ekstrem ini, sejalan dengan
Nawa Bhakti Satya yang dituangkan dalam misi Jatim Sejahtera dan Astacita ke-6 berupa pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, serta Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

"Arahan Presiden Prabowo agar elemen bersinergi menurunkan kemiskinan ekstrem sampai 0 persen di 2026 dan kemiskinan di bawah 5 persen di 2029. Salah satu langkah yang kita ambil hari ini adalah dengan harmonisasi bersama pilar sosial demi menyatukan tujuan," kata Khofifah.

Adapun pilar sosial di Jawa timur, meliputi sumber daya manusia (SDM) pada Program Keluarga Harapan 5.262 orang, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) 666 orang, dan Tagana 1.820 orang.

"Tagana dan TKSK sudah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang didukung dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur," ucapnya.

Sumbangsih lain dari Pemprov Jawa Timur dalam mendukung dan memperkuat pilar kesejahteraan sosial berupa pemberian penguatan dengan strategi peningkatan kapasitas, revitalisasi keanggotaan dan pemenuhan sarana operasional. Lalu, juga dengan pemberian BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan sertifikasi kepada 1.900 orang Tagana, 666 orang TKSK, 6.149 orang karang taruna.

"Ada juga 5.120 orang pekerja sosial masyarakat (PSM), 166 orang pelopor perdamaian, 3.125 orang pendamping PKH yang mendampingi PKH Plus," lanjutnya.

Oleh karena itu dengan adanya sinergi dengan pilar sosial, Gubernur Khofifah optimis dapat menurunkan kemiskinan ekstrem di Jatim hingga nol persen pada tahun 2026.

"Kami tidak bisa mencapai ini jika pilar sosial tidak sejahtera, karena mereka turun langsung di garda terdepan," ujar dia.

Selain itu, kata dia, jumlah dana yang dialokasikan dari APBD untuk mendukung hal tersebut, seperti program Tali Asih TKSK selama 12 bulan sebesar Rp3,96 miliar, Tali Asih Tagana selama 12 bulan sebesar Rp5,73 miliar, dan Honor Pendamping Pasung sebesar Rp720 juta. Kemudian, bantuan transportasi bagi PKH Plus sebesar Rp12,1 miliar, BPJS TKSK satu tahun sebesar Rp43,15 juta, dan BPJS Tagana selama satu tahun sebesar Rp383,04 juta.

"Kami turut memperkuat program andalan untuk menurunkan kemiskinan, salah satunya PKH PLUS," ucapnya

PKH Plus ini bertujuan membantu pengeluaran keluarga yang memiliki lansia 70 tahun ke atas.

"Total penerima bansos PKH Plus di Jatim 2019-2025 sebanyak 354.111 orang," katanya.

Jumlah penerima bansos PKH di Jawa Timur sebanyak kurang lebih 1,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan tersebar di 38 kabupaten/kota, dan didukung oleh SDM pelaksana di Jawa Timur, selain penguatan kolaborasi dengan pilar sosial, Khofifah menambahkan bahwa upaya menghapus kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.