Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Mengatakan Fondasi Pendidikan yang Kokoh Diletakkan sejak Usia Dini

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 20:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Mengatakan Fondasi Pendidikan yang Kokoh Diletakkan sejak Usia Dini Doc: ANTARA
Ket. Pakar pendidikan yang juga pendiri High Scope Indonesia, Antarina SF Amir, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA – Pakar pendidikan, Antarina SF Amir, mengatakan fondasi pendidikan yang kokoh diletakkan sejak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Ini mencakup pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, berkomunikasi, serta berkolaborasi,” ujar Antarina dalam keterangannya di Jakarta, Jumat(02/5).

Dalam bukunya yang berjudul “Life Skills for All Learners: How to Teach, Asses, and Report Education’s New Essential” yang diterbitkan ASCD Amerika Serikat, Antarina menyebut ada delapan pilar penting kecakapan hidup yang perlu dibentuk melalui proses pembelajaran dari pendidikan anak usia dini hingga SMA.

Delapan kecakapan hidup tersebut, yakni meta level reflection, expert thinking, creativity and innovation, adaptability and agility, audience center communication, synergistic collaboration, emphatic social skills,serta ethical leadership.

“Keterampilan-keterampilan dasar ini akan menjadi landasan bagi siswa untuk belajar secara mandiri, bekerja sama dengan orang lain, serta memahami dan mengolah informasi di berbagai bidang ilmu,” kata cucu Ki Hadjar Dewantara tersebut.

Dia juga menyampaikan, Gen Z yang tumbuh di era digital sering kali dianggap sebagai generasi yang melek teknologi. Namun, kurangnya kemampuan meta level reflection dan expert thinking dapat menghambat literasi digital mereka yang sebenarnya.

“Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi, tetapi juga tentang kemampuan untuk mengevaluasi informasi secara kritis, memahami implikasi etis dari teknologi, serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif,” jelas dia lagi.

Jika generasi Z tidak memiliki kemampuan meta level reflection dan expert thinking yang kuat, mereka mungkin menjadi konsumen pasif teknologi, mudah terpengaruh oleh disinformasi, dan kurang mampu memanfaatkan teknologi untuk inovasi dan pemecahan masalah.

Antarina menekankan bahwa pendidikan harus berfokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia saat ini. Keterampilan hidup bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan nonteknis yang sangat penting dalam interaksi sosial.

“Kita perlu membekali siswa dengan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan yang terus berubah,” imbuh dia.

Dalam konteks dunia yang semakin kompleks dan terhubung, Antarina SF Amir juga menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan empati sosial (empathetic social skills) dan kepemimpinan etis (ethical leadership).

Kemampuan empati sosial memungkinkan individu untuk memahami dan merasakan perspektif orang lain, membangun hubungan yang positif, dan berkontribusi pada masyarakat secara konstruktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Trump Desak Penggantian Zelenskyy

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Trump Desak Penggantian Zel...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.