Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Standardisasi Nasional Memberi Kemudahan Sertifikasi SNI untuk UMK

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 22:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Standardisasi Nasional Memberi Kemudahan Sertifikasi SNI untuk UMK Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi - Seorang pekerja mengamplas kerajinan rotan yang akan dijual di Sentra Rotan Grogol, Jakarta Timur, Selasa (28/11/2023).

JAKARTA – Badan Standardisasi Nasional (BSN) bersama Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) bersinergi memberikan kemudahan proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Deputi bidang Akreditasi BSN, Wahyu Purbowasito, menjelaskan bahwa Peraturan BSN Nomor 9 Tahun 2023 tentang Tata Cara Penyusunan Skema Penilaian Kesesuaian terhadap SNI menjadi landasan pemberian kemudahan ini.

Dalam pelaksanaannya, LSPro diwajibkan memberikan keringanan kepada UMK, seperti pengurangan jumlah personel dan waktu penilaian, serta pengurangan jumlah sampel uji.

"Sebagai contoh, pelaksanaan sertifikasi awal dapat dilakukan secara daring. Begitu pula untuk kegiatan surveilans dan resertifikasi, dapat dilaksanakan dengan metode daring," kata Wahyu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (02/5).

Lebih lanjut, Wahyu mencontohkan bahwa untuk produk makanan dan minuman, hasil uji dari BPOM dalam rangka pengurusan izin edar dapat diakui sebagai bukti pemenuhan persyaratan SNI asalkan parameter ujinya sesuai.

Namun, jika UMK belum memiliki hasil uji tipe atau izin edar, LSPro akan melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap parameter yang belum terpenuhi.

Wahyu menjelaskan syarat utama bagi UMK untuk memanfaatkan kemudahan sertifikasi ini adalah kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan minimal bukti tanda daftar merek. Tanpa dokumen merek, proses sertifikasi tidak dapat dilanjutkan.

Selain kemudahan sertifikasi, BSN juga menerbitkan Surat Edaran Kepala BSN yang memberikan ruang bagi LSPro untuk menyusun skema sertifikasi mandiri untuk SNI sukarela yang belum ditetapkan skemanya oleh BSN.

"Melalui aturan ini, kami berharap pelaku UMK dapat semakin maju, meningkatkan daya saing produk, dan menembus pasar ekspor. Produk lokal UMK Indonesia harus mampu bersaing di pasar global," kata Wahyu pula.

Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PPSPK) BSN Nur Hidayati menambahkan bahwa BSN juga aktif memberikan fasilitasi dan pembinaan kepada UMK dalam penerapan SNI. Pada triwulan pertama 2025, BSN telah mendampingi 46 UMK untuk pemenuhan persyaratan ekspor, dengan 29 di antaranya berhasil melakukan ekspor.

"Dengan memperoleh sertifikasi SNI, UMK tidak hanya meningkatkan kualitas produknya, tetapi juga membuka jalan untuk naik kelas dan memperluas pasar, termasuk ke pasar ekspor. Inilah komitmen kami untuk mendorong UMK lebih kompetitif," ujar Nur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.