Sudinkes Jakarta Barat Menyebar 1.156 Ember Bibit Nyamuk Wolbachia di Srengseng

Selasa, 29 Apr 2025, 22:58 WIB

JAKARTA – Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat menyebar sebanyak 1.156 ember berisi bibit nyamuk ber-Wolbachia di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa.

Kepala Suku Dinas (Kasudinkes) Jakarta Barat, Erizon Safari, menyebutkan bahwa penyebaran atau peletakan bibit dilakukan dengan penyerahan langsung kepada "orang tua asuh" yang akan meninjau perkembangan bibit secara berkala.

Ket. Foto: Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Erizon Safari (kanan) bersama Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto (tengah) memulai simbolis penyebaran bibit nyamuk ber-Wolbachia di Kantor Wali Kota setempat, Selasa (29/4/2025). — Sumber: ANTARA

"Hari kita lakukan juga penyebaran di Kelurahan Srengseng. Hitungan kasarnya, satu ember ada 200-600 bibit nyamuk ber-Wolbachia," ungkap Erizon kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/4).

Dalam dua minggu ke depan, kata Erizon, bibit-bibit itu diharapkan bakal menetas.

"Setelah menetas dia jadi nyamuk dewasa, dia akan keluar melalui lubang-lubang di embernya dan kawin dengan nyamuk lokal dan melahirkan keturunan yang tidak dapat menyebarkan DBD (Demam Berdarah Dengue)," kata Erizon.

Lurah Srengseng, Adit Pratama, menambahkan bahwa "orang tua asuh" bersama tim pengawas dari Puskesmas serta kader jumantik akan memantau perkembangan dari telur-telur nyamuk ber-Wolbachia tersebut.

"Tugas "orang tua asuh', pengawas dari Puskesmas dan kader jumantik mengasuh dan memastikan ember tersebut tidak dipindah-pindahkan dari tempat yang telah ditentukan. Minimal dilihat perkembangannya, apakah telah menetas," katanya.

Setiap ember berisi sekitar 200-600 telur nyamuk yang menempel pada kain panel dan pakan pelet. Ember itu digunakan sebagai bagian dari program pengendalian penyakit demam berdarah dengan cara mengembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia.

Kendati pun demikian, masih ada satu RW, yakni RW 09 Kompleks Intercone yang menunda pelaksanaan implementasi Wolbachia.

"Dari 12 RW, hanya satu RW menunda implementasi Wolbachia, alasannya mereka ingin melihat dulu hasil dari penerapan di RW lain," kata dia.

  • Sudinkes Jakarta Barat
  • Nyamuk Wolbachia

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.