Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Ekonomi Kreatif Nggak Jalan Sendiri, Kemenparekraf Buka Akses Modal dan Ilmu

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 20:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sektor Ekonomi Kreatif Nggak Jalan Sendiri, Kemenparekraf Buka Akses Modal dan Ilmu Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (tengah-kanan) ketika mengunjungi KEK Singhasari, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (29/4/2025). 

MALANG - Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan dua langkah konkret yaitu kemudahan akses pendanaan dan pelatihan bagi pelaku ekonomi kreatif agar dapat meningkatkan skala bisnisnya.

Dengan sektor ekonomi kreatif yang berkembang, maka dapat menghasilkan efek domino pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (29/4), memaparkan upaya pertama yang sedang digencarkan adalah memberikan kemudahan akses pendanaan bagi setiap pelaku usaha yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

"Ada beberapa hal yang kami sedang komunikasikan, pertama berkaitan dengan regulasi karena pelaku ekraf ini tantangannya saat datang ke bank untuk mengajukan pinjaman (modal usaha)," kata Teuku.

Ketika mengajukan pinjaman, lanjut dia, pelaku usaha ekonomi kreatif acap kali mendapatkan kesulitan lantaran harus menyertakan jaminan sebelum memperoleh pendanaan.

"Tentu pihak bank akan menanyakan mana jaminan berupa bangunan atau rumah atau sertifikat. Nah ini menjadi tantangan sebenarnya untuk industri kreatif," ucap dia.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ini untuk mencari pola alternatif mekanismenya pendanaan yang bisa juga diterima oleh pihak perbankan, tetapi tidak menyulitkan pegiat ekraf," ujarnya.

Kemudian, langkah kedua adalah mengenai peningkatan kapasitas melalui pelatihan kepada setiap sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif.

Dia menyebut sampai saat ini sudah banyak perusahaan yang menyatakan kesediaan untuk membantu meningkatkan kapasitas SDM ekonomi kreatif.

"Datang ke kami untuk bekerja sama melakukan pelatihan, apakah itu kaitannya dengan aplikasi, game, ataupun animasi," kata Teuku.

Selain pelaku ekonomi kreatif, pelatihan juga diupayakan bisa menyasar kalangan pelajar, sehingga Indonesia memiliki banyak talenta pada sektor tersebut.

"Banyak hal yang kami bicarakan, termasuk menyambut investor di bidang ekraf, tentu kami akan merekomendasikan untuk melakukan investasi," ucapnya.

Dia menambahkan dua langkah konkret ini untuk mendukung kehidupan ekosistem ekonomi kreatif yang kini sudah terbentuk, salah satunya dengan keberadaan KEK Singhasari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.