Peserta Disabilitas Mendapat Pendampingan saat UTBK 2025 di Unhas
Selasa, 29 Apr 2025, 22:30 WIBMakassar - Sebanyak 16 peserta disabilitas mendapat pendampingan dari pihak panitia Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025.
"Pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi itu sudah dimulai 23 April hingga 3 Mei 2025. Sebanyak 6 peserta ini merupakan bagian dari 21.813 peserta UTBK SNBT yang memilih Unhas sebagai lokasi ujian," kata Kepala Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas Makassar Ishak Salim di Makassar, Selasa (29/4).
Dia mengatakan tahun ini sebagai pertama kali Unhas menyiapkan layanan khusus untuk peserta disabilitas dalam UTBK.
Panitia juga mempersiapkan Laboratorium Komputer Fakultas Hukum dengan aksesibilitas tinggi, termasuk komputer bersuara untuk peserta dengan kendala penglihatan (low vision), relawan pendamping mobilitas, dan penerjemah bagi peserta tunarungu.
Ia mengaku proses persiapan pelaksanaan ujian tidak lepas dari kendala, salah satunya aturan pusat yang mewajibkan peserta melepas alat bantu pendengaran saat ujian. Akan tetapi, pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan kelancaran UTBK tersebut.
Ia menjelaskan bahwa alat bantu dengar untuk penyandang disabilitas bukan sekadar "headset" atau alat pendengar, akan tetapi alat medis yang membantu fungsi dasar mereka.
"Ini aturan yang belum sepenuhnya mempertimbangkan hak disabilitas. Kami ingin peserta merasa siap, bukan hanya secara akademis, tapi juga mental,â kata dia.
Sebagai salah satu pelaksana UTBK, Unhas menghadirkan layanan optimal bagi peserta disabilitas melalui kolaborasi intensif antara panitia lokal, Pusdis Unhas, dan tim pusat di Jakarta.
Secara umum, 10 peserta disabilitas sensorik pendengaran (tuli), satu peserta dengan low vision, dan lima peserta disabilitas fisik mengikuti ujian dengan jadwal tersebar selama 10 hari.
Pusdis Unhas juga memberikan pembekalan intensif, termasuk pelatihan penggunaan teknologi asisten, seperti Non Visual Desktop Access (NVDA) untuk peserta low vision dan bimbingan oleh mahasiswa tunarungu Unhas.
Ia menyebut kendala dihadapi di lapangan umumnya berawal dari proses pendaftaran. Beberapa peserta disabilitas tidak mencentang kolom kedisabilitasan saat pendaftaran sehingga tidak terdeteksi sejak awal.
Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi kesempatan mereka untuk tetap ikut ujian karena relawan Pusdis Unhas turun tangan mendampingi mereka.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Arif
Berita Terkait:
-
Wamendiktisaintek Sebut UTBK Bukan Hanya Ukur Akademik
-
OJK–BEI Godok Kenaikan Free Float 15 Persen untuk Perkuat Kredibilitas Bursa
-
Sebanyak 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT di Unsika
-
Ramainya Penjualan Kulit Ketupat Jelang Lebaran di Aceh
-
Sebanyak 1.016 peserta ikuti ujian SMMPTN Barat di UPN Veteran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.