Cegah Maloklusi Gigi si Kecil dengan Memilih Dot yang Tepat
Senin, 28 Apr 2025, 19:55 WIBJAKARTA â Masa awal kehidupan anak adalah periode emas yang sangat menentukan arah tumbuh kembangnya. Pada fase ini, keseimbangan antara perawatan fisik, seperti pemberian nutrisi yang tepat serta stimulasi emosional melalui bahasa cinta menjadi kunci untuk mendukung tumbuh kembang anak.Â
Kedua aspek ini saling melengkapi dan apabila dilakukan secara rutin akan mendukung tumbuh kembang si kecil menjadi lebih optimal. Hal ini dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang konsisten, seperti sentuhan hangat lewat pijatan sebelum tidur, membacakan cerita dongeng saat si kecil minum susu, atau memberikan pelukan hangat penuh kasih sayang, semuanya menjadi momen yang membantu mengisi âtangki cintaâ si kecil.
Salah satu perawatan fisik anak yang kerap diabaikan di fase tumbuh kembang awal adalah kesehatan gigi dan rahang. Padahal, area ini memiliki peran krusial dalam mendukung kemampuan bicara, makan, hingga kepercayaan diri anak di masa depan.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami risiko yang dapat muncul, serta memilih produk perawatan yang berkualitas sejak dini guna meminimalkan potensi gangguan pertumbuhan gigi dan rahang, seperti maloklusi, yang bisa berdampak jangka panjang terhadap fungsi mulut maupun estetika wajah anak.
Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Aliyah, Sp.KGA memaparkan, sekitar 30-60 persen dari total anak pada usia 3 tahun mengalami maloklusi atau ketidakteraturan susunan gigi yang merupakan salah satu gangguan pertumbuhan rahang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan mengisap jari, penggunaan dot yang tidak tepat, hingga faktor genetik.
âOleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih produk perawatan gigi yang sesuai sejak dini, seperti penggunaan infant toothbrush untuk membersihkan lidah, memijat gusi, dan menyikat gigi pertama si Kecil,â ujar dia dalam kegiatan Playdate edukatif yang diadakan Baby Huki, di Jakarta pada hari Senin (28/4).
Ia menerangkanm setelah si kecil mulai menggunakan dot, pilihlah dot orthodontic yang aman dan telah teruji klinis untuk mendukung posisi gigi dan rahangnya. Dot dengan desain pipih ini membantu mencegah gigitan berlebih (overbite) atau gigitan kurang (underbite), mendukung gerakan menghisap (sucking motion) yang alami, sekaligus mencegah bingung puting, kondisi yang sering muncul saat si Kecil beralih antara menyusu langsung dan botol.
âPemilihan produk yang tepat bukan sekadar soal fungsi, tapi juga merupakan bentuk cinta act of service orang tua kepada anak dalam rutinitas sehari-hari.â tambah drg. Aliyah.
Selain kesehatan gigi dan rahang, kualitas tidur juga menjadi aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Tidur yang berkualitas membantu tubuh dan otak anak berkembang dengan baik, serta memperkuat sistem imun. Kualitas tidur anak yang baik melibatkan kenyamanan dan perhatian orang tua karena memiliki peran dalam memastikan anak mendapatkan perawatan fisik dan emosional yang seimbang.
Di kesempatan yang sama, Sleep Trainer Expert & Founder MimpiOfficial.id, dr. Celestina Hardiman-Yap, M.Res menjelaskan, banyak riset menunjukkan bahwa tidur berkualitas berperan penting dalam pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kestabilan emosi anak. Oleh karena itu, menciptakan rutinitas sebelum tidur yang baik sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang.
âRutinitas sebelum tidur yang baik, seperti membacakan dongeng, memijat lembut dengan minyak telon juga dapat mendukung proses sleep training dan meningkatkan kualitas tidur si kecil. Semua aktivitas ini merupakan bentuk love language orang tua melalui quality time dan physical touch yang memperkuat emotional security si kecil dan mengisi tangki cinta mereka setiap hari,â ucapnya
Marketing Manager Baby HUKI, Elisabeth Irene Baby Huki telah hadir sebagai Sahabat Bunda Pintar dengan rangkaian produk perawatan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga dirancang untuk memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Mulai dari empeng, botol susu, minyak telon, hingga dot Orthodontic yang aman, teruji klinis dapat mencegah maloklusi dan bersertifikasi halal, setiap produk Baby HUKI dapat membantu orang tua mengekspresikan kasih sayang dalam momen harian yang sederhana namun bermakna.
âSetiap anak punya caranya sendiri untuk merasa dicintai dan setiap orang tua juga memiliki cara unik dalam menunjukkan cintanya. Peran kami di Baby HUKI adalah mendukung ekspresi cinta itu lewat produk-produk yang tidak hanya fungsional, tapi juga dirancang untuk menemani setiap momen berharga antara orang tua dan si kecil,â ucapnya.
Karena sering kali, bentuk cinta itu hadir dari hal-hal sederhana tapi punya dampaknya besar bagi si kecil. Misalnya seperti memilih dot ortodontik yang aman dan teruji klinis dapat mencegah maloklusi, memijatnya dengan minyak telon, atau menemaninya minum susu sambil mendongeng, hal tersebut merupakan bentuk orang tua mengekspresikan bahasa cinta mereka.
âBagi kami, keseimbangan antara perawatan fisik dan stimulasi emosional melalui aktivitas harian adalah kunci penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh,â ucapnya.
Kegiatan Playdate edukatif ini juga menjadi bentuk love language dari Baby HUKI untuk para orang tua dengan memberikan pengalaman berkualitas sekaligus memperkuat bonding bersama si kecil, belajar dari para ahli, dan berbagi cerita dengan sesama Bunda Pintar.
Brand Ambassador Baby HUKI, Nikita Willy, turut membagikan pengalamannya dalam memilih produk yang tepat sebagai bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang Issa. Sejak awal, ia memang perhatian terhadap kesehatan gigi Issa anaknya.
âKarena itu, saya memilih dot ortodontik dari Baby Huki yang dirancang menyerupai bentuk payudara, sehingga tetap nyaman digunakan namun dapat membantu menjaga pertumbuhan giginya sejak dini. Saya juga merasa lebih tenang karena rangkaian produk Baby HUKI ini sudah aman, teruji secara klinis dan dikembangkan melalui riset oleh PT Ikapharmindo Putramas Tbk.,â ujarnya.
Baby Huki telah menjadi teman di setiap rutinitas kecil saya bersama Issa mulai dari waktu makan, menyikat gigi, hingga momen menjelang tidur. Biasanya sebelum tidur, saya menemani Issa minum susu dan membacakan dongeng. Semua rutinitas ini menjadi cara saya sebagai ibu mengekspresikan love language kepada Issa,â ungkap Nikita.
- Maloklusi Gigi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.