Efisiensi Anggaran Mengguncang, Pelaku Bisnis Hotel Tawarkan Solusi
Minggu, 27 Apr 2025, 14:14 WIBSOLO â Industri perhotelan memiliki potensi pertumbuhan yang besar, terutama di wilayah dengan potensi pariwisata yang tinggi. Bisnis perhotelan dapat dikombinasikan dengan usaha jasa pariwisata, seperti paket wisata, transportasi, dan aktivitas rekreasi.
Bidang perhotelan menawarkan berbagai peluang pekerjaan, mulai dari posisi manajemen hingga staf operasional. Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman tamu, seperti sistem reservasi online, aplikasi seluler, dan manajemen hotel berbasis teknologi.
Pelaku perhotelan memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemangku kebijakan dalam menyikapi efisiensi anggaran yang berdampak ke sejumlah sektor perekonomian.
Ketua Umum Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Gede Arya Pering Arimbawa jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (26/4), mengatakan sejumlah rekomendasi tersebut berasal dari para pelaku bisnis perhotelan.
Salah satu rekomendasi yang disampaikan yakni pemerintah dapat menggunakan fasilitas jasa yang disediakan oleh hotel di masing-masing daerah.
"Kami ada di daftar e-katalog Pemda. Masing-masing bisa memanfaatkan itu. Kalau ada kegiatan, silahkan," katanya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan strategi sebagai bentuk adaptasi menyikapi kebijakan efisiensi pemerintah, salah satunya diversifikasi pasar dengan berfokus pada wisatawan domestik sektor nonpemerintah baik individu maupun kelompok.
Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat pasar wisatawan mancanegara baik melalui luring maupun daring serta melakukan promosi untuk merangsang daya beli pelanggan.
Di sisi lain, pihaknya juga berharap adanya kebijakan afirmatif dan solusi konkret, termasuk kemungkinan insentif khusus bagi hotel yang terdampak aturan efisiensi serta dukungan promosi pariwisata domestik untuk menggairahkan kembali okupansi hotel.
Selain itu, diharapkan pula ada program padat karya di sektor hospitality, kolaborasi aktif antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra kerja pariwisata untuk memastikan keberlanjutan industri.
Sementara itu, terkait dengan rakernas kali ini, pihaknya akan memperkuat sisi profesional, integritas, dan memperkuat relasi.
"Kami juga akan ada penyusunan program ke depan dan inovasi ke depan membangun sektor pariwisata," katanya.
Pihaknya juga akan mengajak para pelaku bisnis perhotelan untuk melebarkan berfokus ke fungsi CSR.
"Kami ingin asosiasi berfokus untuk masyarakat, bukan hanya keuntungan," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Organizer Comitee Retno Wulandari mengatakan Rakernas IV IHGMA di Solo akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung pengembangan pariwisata dan perhotelan di Indonesia melalui penguatan SDM, sinergi, kolaborasi, dan inovasi yang berbasis pada nilai-nilai Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
"Kami percaya bahwa dengan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku industri, sektor perhotelan Indonesia akan mampu bertahan dan bahkan bangkit lebih kuat," katanya.
Ia mengatakan langkah tersebut sejalan dengan tema rakernas kali ini dengan tema Upgrade, Upscale, Unstoppable.
"Ini sejalan dengan semangat Rakernas IV kami membangun SDM unggul untuk pariwisata berdaya saing global," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tender Revitalisasi Puskesmas Pagesangan Mataram Dibuka April 2026
-
1.200 Sekolah Cianjur Segera Diperbaiki
-
Arus Mudik 2026 Naik Tajam, 10 Juta Penumpang Gunakan Transportasi Umum
-
Hanya 2 Hari, Cara 'Gila' John Herdman Ramu Taktik Timnas Indonesia Demi Hancurkan St Kitts & Nevis
-
Pesta Adat Lom Plai untuk Pelestarian Tradisi dan Budaya Kaltim
-
Mini Seri Horor yang Penuh Kengerian dan Kekerasan Ini Akan Membuat Anda Terkejut: Review Something Very Bad Is Going To Happen
-
Demi Harga Diri Bangsa: Ambisi Besar Kevin Diks Tumbangkan Bulgaria di Hadapan Publik Sendiri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.