Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawan Pinjol Ilegal di Papua, OJK Gencarkan Sosialisasi hingga Ujung Timur Nusantara

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lawan Pinjol Ilegal di Papua, OJK Gencarkan Sosialisasi hingga Ujung Timur Nusantara Doc: ANTARA FOTO/Indrayadi TH
Ket. Seorang warga melintas di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat, Jayapura, Papua.

JAYAPURA - Risiko utama jika pinjaman online (pinjol) ilegal tidak dibayar adalah bunga dan denda yang membengkak, penagihan yang kasar dan tidak manusiawi, serta penyalahgunaan data pribadi. 

Pinjol ilegal seringkali menerapkan suku bunga dan denda yang sangat tinggi, bahkan melebihi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, mereka bisa menggunakan data pribadi Anda untuk mengancam atau membuat keonaran. 

Karena itu, OJK Papua gencar melakukan sosialisasi terkait kewaspadaan terhadap pinjaman ilegal sebagai upaya dalam mencegah terjadinya transaksi ilegal yang sedang marak terjadi di Indonesia, khususnya di Bumi Cenderawasih.

Kepala OJK Papua Fatwa Aulia di Jayapura Jumat (25/4), mengatakan terkait antisipasi pinjaman ilegal itu pihaknya bersama instansi terkait lainnya juga telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas Pasti.

"Dengan adanya satgas tersebut sebagai upaya dalam pencegahan dan penindakan kegiatan usaha tanpa izin di sektor keuangan, termasuk investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan aktivitas keuangan ilegal lainnya," katanya.

Menurut Fatwa, sejak 2017 hingga 13 Maret 2025, secara nasional Satgas Pasti telah menghentikan 12.721 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 1.737 entitas investasi ilegal, 10.733 entitas pinjaman online ilegal/pinpri, dan 251 entitas gadai ilegal di mana entitas ilegal tersebut berkantor di pusat.

"Jadi Satgas Pasti ini berada di pusat dan daerah, sehingga edukasi (waspada pinjaman ilegal) dilakukan hingga ke wilayah terkecil," ujarnya.

Dia menjelaskan dampak pinjaman ilegal tersebut jiga dirasakan masyarakat di wilayah Papua sehingga untuk pengawasannya bisa dilakukan di setiap daerah.

"Sebagai informasi jumlah pinjaman daring yang terdaftar dan diawasi oleh OJK adalah sebanyak 97 perusahaan dan jumlah pengaduan terkait aktivitas keuangan ilegal di wilayah Papua pada 2024 sebanyak 135 pengaduan yang terdiri dari 10 pengaduan terkait investasi ilegal dan 125 pengaduan terkait pinjol ilegal," katanya.

Dia menambahkan pada triwulan pertama 2025 jumlah pengaduan yang diterima sebanyak tujuh pengaduan yang seluruhnya terkait pinjol ilegal.

"Untuk itu selain edukasi dan sosialisasi yang dilakukan namun kami meminta agar masyarakat bisa memahami secara mandiri juga ciri-ciri pinjaman yang ilegal dan legal dengan begitu bisa terhindar," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.