Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Iklim

Senin, 21 Apr 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Menteri Inggris Urusan Iklim Kerry McCarthy ingin memposisikan negaranya sebagai mitra strategis terpercaya bagi Indonesia dalam pertumbuhan, investasi, perubahan iklim, energi terbarukan dan kehutanan melalui kunjungannya ke Indonesia pada 16-18 April 2025.


"Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia, sebuah negara dengan kesempatan yang luar biasa untuk membantu kita memenangkan pertarungan global melawan perubahan iklim," kata McCarthy, di Jakarta, pada Minggu (20/4).

Ket. Foto: Kerry McCarthy Menteri Inggris Urusan Iklim - Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia, sebuah negara dengan kesempatan yang luar biasa untuk membantu kita memenangkan pertarungan global melawan perubahan iklim. — Sumber: antara


Seperti dikutip dari Antara, dalam kunjungan itu, McCarthy menemui sejumlah menteri, pemimpin industri dan perwakilan Asean.


Kunjungan tersebut disebut menjadi dasar kerja sama berbagai sektor terutama perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi, investasi dan teknologi menuju kemitraan strategis, sebagaimana disetujui antara Perdana Menteri Keir Starmer dan Presiden Prabowo Subianto di London saat pertemuan pada November tahun lalu.


"Indonesia merupakan mitra penting bagi Inggris dan kami sangat ingin membagikan pengalaman kami dalam pengembangan sektor energi, untuk mendukung Indonesia mencapai ambisi iklim Indonesia," katanya.


Kunjungan Menteri McCarthy juga membuka kesempatan untuk mempromosikan kerja sama tingkat tinggi antara Inggris dan Asean dan menegaskan kembali komitmen Inggris untuk mendukung transisi hijau Asean.


Menteri McCarthy bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisal Nurofiq dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk mendiskusikan ambisi nol bersih (Net Zero) Indonesia, termasuk transisi energi dan NDC (Nationally Determined Contributions) menjelang berlangsungnya UNFCCC COP 30 di Brazil.


Menteri McCarthy juga mengunjungi Nusa Tenggara Barat untuk meresmikan PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) di Pandanduri, Lombok.


Pembangkit Listrik itu didukung Inggris melalui Kemitraan Energi Rendah Karbon Indonesia-Inggris (MENTARI), yang memfasilitasi penambahan fungsi bendungan milik negara tersebut menjadi pembangkit listrik.



"Saat kami menggelar landasan untuk kemitraan strategis antara Inggris dan Indonesia, kami tetap berkomitmen teguh untuk mendukung tercapainya cita-cita iklim global. Bersama-sama, kita dapat mencapai kemajuan berarti menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan," demikian katanya.

Netral Karbon

Pada kesempatan tersebut, McCarthy dan Hanif menyatakan kembali komitmen kedua negara menjaga target suhu bumi tidak melebihi 1,5 derajat Celsius sesuai Perjanjian Paris. Indonesia menargetkan puncak emisi pada 2030 dan mencapai netral karbon pada 2060 atau lebih cepat, dengan sektor kehutanan dan energi sebagai pilar utamanya.

Hasil pertemuan juga menyepakati adanya pembahasan High Integrity Carbon Market Opportunity yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyoroti pentingnya penguatan pasar karbon nasional melalui Sertifikat Pengurangan Emisi GRK Indonesia (SPEI), serta pengembangan sistem registri nasional yang kredibel dan transparan.

  • kerjasama iklim

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.