Pemkot Bogor Kolaborasi dengan Japas, Dorong Wisata Sejarah dan Tingkatkan Okupansi Hotel
Minggu, 20 Apr 2025, 14:00 WIBBOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan mitra pariwisata, termasuk dengan komunitas Jalan Pagi Sejarah (Japas), untuk meningkatkan daya tarik wisata di Kota Bogor.
Inisiator Japas, Jhonny Pinot, menjelaskan bahwa belum lama ini pihaknya mengikuti pertemuan bersama para pelaku pariwisata dan perhotelan yang dijembatani oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.
Jhonny, yang telah bertahun-tahun mengunjungi situs bersejarah dan membagikannya melalui media sosial, mengaku mendapat respons positif dari para pengikutnya.
Bahkan, kehadiran Japas juga merupakan hasil dari permintaan followers, khususnya dari luar Kota Bogor, yang ingin ikut serta dalam kunjungan ke tempat-tempat bersejarah.
âSaat ini kami sedang merancang trip sejarah untuk tamu-tamu hotel. Jadi nanti di hotel-hotel akan ada display penawaran tur sejarah, dan itu sedang kami persiapkan,â ujar Jhonny, Sabtu (19/4).
Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati, menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor pariwisata merupakan ikhtiar yang akan terus dikembangkan.
âKolaborasi antarmitra pariwisata, salah satunya oleh Jhonny Pinot sebagai influencer yang aktif melakukan kegiatan Japas di Kota Bogor. Kita harus mengubah pasar yang sebelumnya lebih banyak pada MICE government, menjadi pasar wisata murni. Kota Bogor harus menjadi tujuan wisata,â tutur dia.
Pihaknya juga telah menjembatani pertemuan antara PHRI, IHGMA, influencer, EO, ASITA, pengelola DTW, dan lainnya untuk segera melakukan kolaborasi dengan hotel.
âLangkah selanjutnya adalah promosi bersama guna membangun ekosistem pariwisata yang kuat,â ucap Iceu.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, yang menyebut bahwa Kota Bogor harus berkembang sebagai kota tujuan wisata. Ia mengakui, saat ini Kota Bogor masih sangat bergantung pada kegiatan MICE government, termasuk sektor perhotelan yang mengandalkan aktivitas pemerintah pusat di Bogor.
âTantangan ke depan adalah pemindahan ibu kota. Jadi, turunnya okupansi karena berkurangnya kegiatan pusat di Bogor bisa jadi latihan sebelum ibu kota benar-benar pindah ke IKN,â ujar Wali Kota Bogor.
Dedie Rachim menambahkan, Pemkot Bogor kini tengah memperkuat identitas sebagai kota wisata. Namun, pengembangan ini membutuhkan proses dan tahapan. Ia berharap perekonomian nasional, termasuk Kota Bogor, akan terus membaik. ils/I-1
- Wisata Sejarah
- Kota Bogor
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Menjaga Tradisi di Tengah Ujian, Penyintas Aceh Timur Tetap Berburu Perhiasan
-
Wamenekraf: Bahasa dan Literasi Kunci Lahirkan Karya Kreatif
-
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Hulu Sungai Tengah, Ribuan Rumah Tergenang
-
786 Jamaah Haji NTB Resmi Terbang ke Tanah Suci via Lombok
-
Disdikbud Kaltim Paparkan Aturan Pembelajaran Ramadan 1447 Hijriah
-
Sinergi TNI, Pemerintah, dan Pelaku Usaha Warnai Peringatan Tahun Baru Islam di Bogor
-
Trump Pecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.