- Home
-
- Luar Negeri
-
- Redakan Tarif Trump, Indon...
Redakan Tarif Trump, Indonesia akan Borong Jet Tempur dan Rudal AS
Sabtu, 19 Apr 2025, 12:20 WIBJAKARTA - Pemerintah baru-baru ini dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk membeli persenjataan dan peralatan militer senilai miliaran dolar dari Amerika Serikat. Termasuk jet tempur dan rudal untuk membantu meredakan ketegangan perdagangan dan berpotensi menghindari rencana tarif Presiden Donald Trump.
Dikutip dari Bloomberg, sumber berita tersebut menyatakan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengadakan pertemuan rahasia AS dengan pejabat senior pada tanggal 8 April untuk menyampaikan perintah Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat survei senjata AS yang dapat diimpor.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah perombakan rencana pengadaan F-15EX Boeing. Presiden Prabowo sebelumnya telah menandatangani perjanjian pendahuluan untuk 24 pesawat saat menjabat sebagai menteri pertahanan, tetapi kontrak final belum terwujud.
Meskipun keterbatasan anggaran dapat menyulitkan pemesanan jet tempur AS, sumber industri memperkirakan pesanan F-15EX dapat bernilai lebih dari 8 miliar dolar AS. Indonesia juga memiliki kontrak untuk membeli 42 pesawat Rafale dari Prancis (Dassault Aviation) senilai 8,1 miliar dolar AS, yang ditandatangani pada tahun 2065.
Anggaran pertahanan Indonesia tahun lalu sekitar 8,2 miliar dolar AS, dengan lebih dari seperempatnya dialokasikan untuk peralatan militer dan peningkatan infrastruktur. Indonesia memiliki program pinjaman luar negeri sebesar 1 miliar dolar AS untuk pembelian senjata yang mencakup jangka waktu lima hingga empat tahun.
Khairul Fahmi, Co-Founder ISSS Security Research Institute mengatakan , âProses pengadaan F-15 sangat kompleks⦠Secara politis, Indonesia membutuhkan program seperti ini untuk meningkatkan diplomasi pertahanannya, terutama saat menghadapi tarif.â Dengan peringatan bahwa kehati-hatian diperlukan karena pemerintah berada di bawah tekanan untuk memperketat anggarannya.
Indonesia juga menghadapi risiko setelah Trump mengumumkan tarif 32 persen untuk barang-barang Indonesia, yang telah ditunda hingga Juli. Tahun lalu, Indonesia memiliki surplus perdagangan sebesar 18 miliar dolar AS dengan Amerika Serikat, dengan produk-produk utama meliputi tekstil, sepatu, dan minyak kelapa sawit.
Karena kekhawatiran ekonomi telah menyebabkan investor menjual saham Indonesia sejak Maret, bahkan sebelum Trump mengumumkan rencana tarifnya, rupiah telah menjadi mata uang terlemah di Asia tahun ini.
Untuk pendekatan negosiasi lainnya, Indonesia juga mempertimbangkan untuk membeli amunisi dan rudal buatan AS, dengan harapan pembelian senjata tersebut akan membantu membujuk AS untuk melonggarkan tarif. Presiden Indonesia telah mengarahkan negosiasi agar fokus pada peningkatan impor AS dan pelonggaran hambatan perdagangan, seperti persyaratan konten lokal pada barang-barang AS yang dijual di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang memimpin delegasi Indonesia ke Amerika Serikat mengatakan Indonesia berharap memperoleh pemotongan tarif pada 20 produk utama, pembicaraan diharapkan selesai dalam waktu 60 hari.
- Perang Dagang
- Donald Trump
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Dievakuasi Saat Terjadi Penembakan di Acara Jamuan Makan Malam
-
Indonesia Terima Repllika Prasasti Nalanda dari Pemerintah India
-
Australia Gelontorkan Dana Awal 2,8 Miliar Dollar AS untuk Galangan Kapal Selam Nuklir
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Trump Konfirmasi Bantuan $12 Miliar untuk Petani Amerika di Tengah Kekhawatiran Perdagangan dan Kenaikan Harga
-
Dirut KAI: Masalah Utang Kereta Cepat Whoosh Sudah Beres, Skema Pembayaran Dirumuskan Pemerintah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.