Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kyiv: Pasukan Korut Kuasai Taktik Perang Modern

📅 Kamis, 17 Apr 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kyiv: Pasukan Korut Kuasai Taktik Perang Modern Doc: AFP/Russian Defence Ministry
Ket. Sejumlah tentara Russia berpatroli di garis depan perang di wilayah Kursk pada pertengahan Maret lalu. Petinggi militer Ukraina baru-baru ini melaporkan bahwa pasukan Korut yang ditempatkan di Kursk kini telah menguasai taktik pertempuran modern.

KYIV - Seorang pejabat senior pertahanan Ukraina mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) yang bertempur bersama pasukan Russia, saat ini telah sepenuhnya menguasai taktik pertempuran modern sehingga menimbulkan ancaman serius di medan perang.

Juru bicara Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina, Andrii Cherniak, menginformasikan perkembangan terbaru tentang pasukan Korut yang dikerahkan ke wilayah Kursk di Russia barat beberapa waktu lalu.

Pasukan Ukraina telah terlibat dalam serangan lintas perbatasan di wilayah Kursk tersebut. Cherniak mengatakan korban di pihak Korut sejauh ini berjumlah sekitar 5.000 orang dan sebanyak 6.000 tentara lainnya dari negara itu berada di Kursk dan terus bertempur.

Cherniak mengatakan pasukan Korut awalnya melancarkan semacam serangan skala besar dan segera dikalahkan oleh artileri dan drone Ukraina. Ia pun mengatakan hal ini membuat mereka mengubah taktik dan kini pasukan itu bergerak dalam kelompok yang terdiri dari satu atau dua orang saja.

“Sayangnya kita hanya bisa mengatakan bahwa militer Korut berevolusi dan pelatihan militernya berhasil,” ucap dia sebagaimana dikutip dari NHK, Rabu (16/4).

Cherniak pun mengatakan tentara Korut telah mempelajari taktik penggunaan wahana tak berawak dan peperangan elektronik. Ia menambahkan pasukan itu pun telah sepenuhnya menguasai senjata dan taktik yang digunakan Russia di medan perang.

Cherniak juga mengatakan semula diperkirakan akan ada kendala bahasa antara pasukan Korut dan Russia. Namun, menurutnya pasukan Korut telah memenuhi tugas sebagai unit penyerang, bahkan tanpa berkomunikasi dengan militer Russia.

Cherniak juga mengatakan bahwa setengah dari peluru yang digunakan Russia adalah buatan Korut, yang juga memasok misil ke Russia. Ia mengatakan misil-misil ini awalnya tidak begitu akurat dan akan meleset dari target hingga lebih dari 100 meter. Namun, sekarang telah jauh lebih dekat dengan target.

Cherniak mengatakan pasukan Korut di Kursk ini nantinya akan membawa taktik perang ke tanah air dan mengajarkannya kepada prajurit lainnya. Ia pun mengatakan jika itu terjadi maka Korut akan merupakan menjadi ancaman bagi Ukraina dan kawasan Asia-Pasifik.

Kiriman Amunisi

Terkait pasokan senjata, sebuah lembaga penelitian keamanan Inggris yang menjalin kerja sama dengan kantor berita Reuters pada Selasa (15/4) lalu melaporkan bahwa Korut telah memasok senjata ke Moskwa selama 20 bulan sejak bulan September 2023 lalu untuk membantu invasi Russia ke Ukraina.

Menurut berita tersebut, empat unit kapal berbendera Russia telah mengangkut senjata di pelabuhan Rajin, Korut, sebanyak 64 kali, dan senjata tersebut dipindahkan ke garis terdepan medan perang di Ukraina dengan kereta.

Dilaporkan juga bahwa jutaan unit amunisi dikirim ke Russia menggunakan enam ribu kontainer, dan tiga perempat diantaranya merupakan senjata utama bagi pasukan Russia. KBS/NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.