Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wujudkan Asta Cita Pemerintah, Asippindo Teguhkan Komitmen Perluas Pembiayaan UMKM

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 20:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wujudkan Asta Cita Pemerintah, Asippindo Teguhkan Komitmen Perluas Pembiayaan UMKM Doc: Istimewa
Ket. Ketua Asippindo Ivan Soeparno (kedua kiri) bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman (ketiga dari kanan) dalam acara Indonesia Guarantee Summit 2025 di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

JAKARTA – Perusahaan penjaminan di Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui skema penjaminan yang terus disempurnakan.

Upaya perluasan akses pembiayaan bagi UMKM tersebut dimaksudkan untuk menciptakan layanan keuangan lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha. Sebab, selama ini, sebagian besar UMKM tak mempunyai akses kredit ke perbankan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo), Ivan Soeparno menegaskan industri penjaminan kini tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan aktor utama dalam ekosistem pembiayaan UMKM. Karenanya, Asippindo mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah, untuk mendorong pembentukan Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) di wilayah yang belum memiliki usaha penjaminan sehingga akses penjaminan di daerah semakin merata.

“DPP Asippindo ingin menyampaikan harapan demi memperkuat industri penjaminan di Indonesia, di antaranya memperluas jangkauan penjaminan melalui pendirian Jamkrida-Jamkrida di daerah. Saat ini ada 18 Jamkrida,” kata Ivan dalam acara "Indonesia Guarantee Summit 2025" di Jakarta, Rabu (16/4).

Ivan menyampaikan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asippindo juga mendorong pemerintah daerah untuk mendukung Jamkrida yang memiliki keterbatasan modal. Penambahan modal ini sangat penting agar Jamkrida dapat secara optimal menjalankan fungsi penjaminan.

Di sisi lain, ia juga berharap pembentukan lembaga penjaminan ulang (reguarantee) dapat disegerakan sehingga akan memperkuat struktur industri penjaminan nasional hingga memberikan perlindungan yang lebih luas bagi lembaga penjaminan.

Ivan mengatakan, saat ini juga telah berjalan beberapa kerja sama penjaminan bersama atau co-guarantee di antara anggota Asippindo. Ia mengimbau agar seluruh anggota Asippindo dapat saling bersinergi melalui mekanisme co-guarantee dan mendorong penerapannya secara nasional.

“Kolaborasi ini (co-guarantee) akan memperbesar kapasitas penjaminan sehingga UMKM di berbagai sektor dan wilayah dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih mudah,” kata dia.

Ivan menegaskan bahwa industri penjaminan kini tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan aktor utama dalam ekosistem pembiayaan UMKM. Lembaga penjaminan juga memiliki peran strategis dalam mendukung misi besar pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita.

Perusahaan penjaminan, jelas Ivan, memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan. Melalui skema penjaminan, perusahaan penjaminan membantu menurunkan risiko lembaga keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap UMKM sebagai pelaku usaha yang layak dan potensial.

“Industri penjaminan menjadi jembatan dalam mengatasi kesenjangan akses pembiayaan. Melalui skema penjaminan kredit modal kerja dan investasi, kami menurunkan risiko lembaga keuangan, mendorong pemerataan ekonomi hingga pelosok, mendukung digitalisasi UMKM, serta memfasilitasi pendampingan agar UMKM naik kelas dan berdaya saing global,” kata dia.

Peran Penting

Asippindo didirikan pada 2012 dan saat ini beranggotakan 23 perusahaan penjaminan terdiri dari 3 grup BUMN, 18 perusahaan daerah (Jamkrida), serta 2 swasta. Asosiasi mencatat, perusahaan-perusahaan ini memainkan peran cukup penting dalam menjamin pembiayaan modal kerja, investasi produktif, hingga proyek strategis nasional yang melibatkan UMKM.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menyoroti pentingnya kehadiran pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh, salah satunya adalah dengan memperkuat peran industri penjaminan sebagai garda depan dalam memperlancar penyaluran kredit kepada pelaku usaha kecil. “Aspek keberlanjutan dan semangat kolaboratif harus menjadi fokus utama dalam membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang sehat,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.