Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltim Siapkan Regulasi Pengembangan Desa Wisata untuk Dukung IKN

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Kaltim Siapkan Regulasi Pengembangan Desa Wisata untuk Dukung IKN Doc: Antara
Ket. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni.

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah mempersiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai landasan hukum dalam pengembangan desa wisata di wilayah Kaltim untuk mendukung keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni menjelaskan kewenangan utama atas desa wisata berada di pemerintah kabupaten/kota, namun pemerintah provinsi tetap memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan dan fasilitasi sesuai dengan kewenangan.

“Kita ingin meletakkan dasar atau fondasi yang kuat bagi pemerintah daerah dalam membina dan mengembangkan desa wisata. Karena itu, regulasi dalam bentuk Pergub menjadi penting untuk memberikan arah dan standar yang jelas,” kata Sri Wahyuni di Samarinda, kemarin.

Lebih lanjut, Sri Wahyuni menjelaskan bahwa dalam regulasi tersebut akan diatur mengenai identifikasi dan kriteria desa wisata, termasuk standar kategori desa wisata yang ada, seperti desa wisata rintisan, berkembang, maju, dan mandiri.

“Kriteria ini penting untuk menentukan status sebuah desa. Apakah layak disebut desa wisata, dan jika iya, masuk dalam kategori apa. Ini akan menjadi pedoman dalam proses pembinaan dan penganggaran,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya surat keputusan (SK) dari kepala daerah dalam menetapkan status desa wisata. Menurutnya, tanpa SK Bupati/Wali Kota, intervensi dalam bentuk program maupun penganggaran dari dinas pariwisata menjadi sulit dilakukan.

“Saya masih ingat, ada beberapa daerah yang tidak bisa leluasa mengembangkan desa wisata karena belum ada SK penetapan. Padahal SK itu penting sebagai dasar hukum untuk melakukan pembinaan, termasuk dari sisi anggaran,” tegasnya.

Selain aspek regulasi pemerintah provinsi juga memiliki kewenangan untuk melakukan koordinasi lintas sektoral baik secara vertikal dengan kementerian maupun horizontal dengan antarprovinsi dan lembaga lain seperti Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pak Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, beberapa waktu lalu juga telah berdiskusi dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, agar koneksi antara wilayah Kaltim dan IKN bisa lebih mudah. Ini membuka peluang kerja sama pariwisata lintas wilayah bahkan antarprovinsi,” tambahnya.

Sri Wahyuni menekankan bahwa fungsi pembinaan yang dilakukan Pemprov Kaltim tidak hanya sebatas pelatihan atau peningkatan kapasitas, tetapi juga menyasar peningkatan tiga aspek penting dalam pengembangan pariwisata, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas (3A), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Fasilitasi dari pemerintah provinsi harus mampu mendorong desa wisata untuk tumbuh dan berkembang. Bukan hanya sekadar menjalankan program, tapi harus ada target yang jelas, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” katanya.

Pemprov Kaltim sendiri saat ini sedang menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dalam rencana tersebut, pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus yang akan ditargetkan secara terukur tidak hanya dari sisi jumlah desa wisata, tapi juga dari sisi kualitas pertumbuhannya.

“Target kita ke depan bukan hanya berapa desa wisata yang ada, tapi bagaimana kualitasnya meningkat. Kita ingin desa wisata di Kaltim menjadi mandiri dan benar-benar bisa mensejahterakan masyarakatnya,” tutup Sri Wahyuni.  Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.