1,6 Juta Pemudik Singgah di Masjid Selama Mudik dan Arus Balik
Rabu, 16 Apr 2025, 23:24 WIBJAKARTA - Sebanyak 1,6 juta pemudik singgah di masjid selama momen mudik dan arus balik Idul Fitri 2025. Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengatakan, pihaknya menyediakan 8.710 Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di seluruh Indonesia selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2025.
"Masjid banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam perjalanan mereka saat pulang ke berbagai daerah dan ketika kembali ke Jakarta. Hal ini mencerminkan kehadiran masjid sebagai rumah bersama bagi masyarakat," ujar Menag, dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Rabu (16/4).
Dia menjelaskan, data yang melampaui satu setengah juta kunjungan adalah cermin dari kuatnya solidaritas umat dan kinerja kolaboratif semua pihak. Menurutnya, Masjid Ramah Pemudik menjadi simbol pelayanan keagamaan yang bersifat universal dan inklusif.
Menag mengapresiasi kepada seluruh takmir masjid, masyarakat, dan jajaran Kemenag yang telah berperan aktif menyukseskan program ini. Dia berharap semangat melayani pemudik ini tidak berhenti di masa Lebaran, tetapi bisa menjadi inspirasi untuk menghadirkan masjid yang ramah bagi semua di setiap waktu.
"Kita dorong agar model pelayanan seperti ini menjadi budaya baru masjid di Indonesia,â katanya.
Sebagai informasi, dari 1,6 juta pemudik, provinsi Jawa Barat mencatat jumlah pemudik singgah terbanyak, yakni 321.439 orang di 1.002 masjid. Pada urutan berikutnya adalah provinsi Aceh (198.701 pemudik), Jawa Tengah (151.599), dan DI Yogyakarta (87.654). Selanjutnya, ada Kalimantan Selatan (54.877), Kalimantan Barat (44.439), Jawa Timur (47.425), dan Sumatera Barat (6.901 pemudik). Sisanya tersebar di berbagai provinsi lain seperti Banten, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Riau.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan, tingginya jumlah pemudik yang singgah menunjukkan partisipasi aktif masjid dalam memberikan kenyamanan bagi para musafir. sebanyak 96.904 orang dilibatkan dalam layanan ini, mulai dari KUA, pengurus masjid, remaja masjid, Penyuluh Agama Islam, madrasah, hingga jajaran Kemenag di seluruh Indonesia.
âMasjid tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang istirahat, tempat berbagi makanan, bahkan tempat menenangkan diri di tengah perjalanan panjang. Ini adalah bentuk nyata pelayanan keagamaan yang kontekstual,â ucapnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Kapal Laut jadi Sarana Pulang kampung karena Harga Terjangkau
-
Mengapresiasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Arus Mudik di Nagreg
-
Jalur Sukabumi Macet 8 Jam, Tiba di Bandung Malah Gigit Jari: Curhat Pilu Pemudik Kehabisan Bus ke Majalaya
-
Sompo Indonesia tekankan pentingnya persiapan matang dan perlindungan asuransi guna antisipasi risiko perjalanan mudik Lebaran
-
Peluncuran Program “Masjid Ramah Pemudik dan Arus Balik”
-
Posko PMI Kota Semarang Melayani 15 Pemudik per Hari
-
Makin Keren Usai Direvitalisasi: Kemen PU Ajak Pemudik Kunjungi Benteng Pendem Ambarawa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.