Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suplai Lokal Mencukupi, Perum Bulog Sumut Menghentikan Beras Program SPHP

📅 Senin, 14 Apr 2025, 19:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Suplai Lokal Mencukupi, Perum Bulog Sumut Menghentikan Beras Program SPHP  Doc: ANTARA 
Ket. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto.

MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan penghentian kembali penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) karena suplai lokal mencukupi. 

"Karena ini masih musim panen, jadi pemerintah menganggap suplai cukup dalam pasokan di wilayah ini," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Senin(14/4). 

Alasan lain, yakni harga beras di Sumut masih relatif stabil karena penjualan beras SPHP itu untuk bertujuan menjaga harga beras agar tetap stabil di pasar. 

"Penyetopan penjualan SPHP 29 Maret 2025, jadi hanya untuk Ramadhan saja dalam stabilitas harga beras," kata dia. 

Oleh karena itu, Bulog Sumut pada prinsipnya siap melakukan penugasan dalam penjualan SPHP dalam kestabilan harga di pasar. 

"Stok secara keseluruhan di gudang Bulog Sumut mencapai sekitar 63.000 ton yang merupakan gabungan beras  SPHP, cadangan pangan dan lainnya," kata dia. 

Budi memastikan jika beras akan bertambah, sebab pihaknya masih melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) di wilayah beribu Kota Medan tersebut. 

Di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Langkat, Kabupaten Asahan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Batu Bara.

"Saat ini penyerapan GKP 20.400 ton atau  10.200 ton setara beras, kami optimistis terus melakukan penyerapan untuk mencukupi stok beras nasional," ucapnya. 

Terkait hal itu, Budi menyarankan kepada para petani setempat  agar menjual GKP ke Bulog karena sudah ditetapkan harga pokok pembelian (HPP) Rp6.500 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.