Presiden Xi Mulai Lawatan ke Sejumlah Negara Asean

Senin, 14 Apr 2025, 02:20 WIB

BEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, akan memulai lawatan lima hari ke tiga negara Asia tenggara pada Senin (14/4) saat Beijing berupaya mempererat hubungan perdagangan regional dan mengimbangi dampak tarif besar yang diberlakukan oleh mitranya dari Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

“Presiden Xi akan mengunjungi Vietnam, Malaysia, dan Kamboja, dalam lawatan luar negeri pertamanya tahun ini,” kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Minggu (13/4).

Ket. Foto: Presiden Tiongkok, Xi Jinping — Sumber: AFP/G20 BRAZIL PRESS OFFICE

Xi akan bertemu dengan tiga mitranya dari Asia tenggara dalam sebuah lawatan yang sangat penting bagi kawasan yang lebih luas,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian.

Beijing saat ini tengah berupaya menampilkan dirinya sebagai alternatif yang stabil bagi Trump yang tidak menentu, yang mengumumkan tarif besar-besaran bulan ini yang menyebabkan pasar global terpuruk.

“Tarif Trump menimbulkan kerugian serius pada negara-negara berkembang," ucap Menteri Perdagangan Tiongkok, Wang Wentao, kepada kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala, melalui panggilan telepon pada Jumat (11/4) lalu.

Asean yang beranggotakan 10 negara merupakan penerima ekspor terbesar Tiongkok tahun lalu, berdasarkan data otoritas bea cukai Tiongkok, dengan mengimpor barang-barang Tiongkok senilai 586,5 miliar dollar AS.

Vietnam merupakan pembeli terbesar Asean dengan nilai impor sebesar 161,9 miliar dollar AS, diikuti oleh Malaysia yang mengimpor barang-barang Tiongkok senilai 101,5 miliar dollar AS pada tahun 2024.

Sejumlah negara Asean telah meminta penundaan tarif 46 persen yang awalnya dikenakan Trump sebelum pemimpin AS itu memberikan jeda 90 hari kepada sebagian besar negara. Namun, Trump kemudian menaikkan tarif menyeluruh terhadap Tiongkok menjadi 145 persen.

Meskipun ada penangguhan sementara, yang sekarang mencakup pengecualian untuk barang elektronik konsumen, tarif Trump menimbulkan kecemasan besar di negara-negara berkembang di Asia, kata Huong Le Thu, wakil direktur Program Asia di International Crisis Group.

"Tarif tersebut, jika benar-benar diterapkan di luar Tiongkok, akan membuat perekonomian tidak punya pilihan selain semakin menjauh dari AS," kata dia.

Jadwal Kunjungan

Presiden Xi akan berada di Vietnam pada Senin dan Selasa (15/4). Vietnam telah lama menerapkan pendekatan diplomasi bambu yang berusaha menjaga hubungan baik dengan Tiongkok dan AS.

Negara ini memiliki kekhawatiran yang sama dengan AS tentang meningkatnya ketegasan Beijing di Laut Tiongkok Selatan yang disengketakan, tetapi negara ini juga memiliki hubungan ekonomi yang erat dengan Tiongkok.

Xi kemudian akan mengunjungi Malaysia dari Selasa hingga Kamis (17/4). Xi kemudian akan melakukan perjalanan ke Kamboja, salah satu sekutu terdekat Tiongkok di Asia tenggara dan tempat Beijing telah memperluas pengaruhnya dalam beberapa tahun terakhir. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.