Bulog Gaspol, Serapan Gabah Petani Capai 1 Juta Ton Setara Beras
Senin, 14 Apr 2025, 12:47 WIBJAKARTA â peran serapan Bulog terhadap kesejahteraan petani bisa efektif bila dilakukan secara konsisten, merata, dan mengikuti dinamika pasar. Namun dalam praktiknya, efektivitas ini masih fluktuatif karena kendala teknis, kebijakan, dan implementasi di lapangan.
Sebagai contoh, serapan Bulog tidak selalu merata di semua daerah, terutama di wilayah terpencil atau dengan akses distribusi yang sulit. Selain itu, dalam beberapa kondisi, harga pasar bisa lebih tinggi dari HPP sehingga membuat petani enggan menjual ke Bulog.
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arwakhudin Widiarso mengatakan hingga pertengahan April 2025, penyerapan gabah petani di dalam negeri telah mencapai 1 juta ton setara beras untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP).
"Penyerapan gabah dan beras memanfaatkan momentum panen raya di bulan April ini, dimana per hari ini (14/4) Bulog telah mencapai angka penyerapan sebanyak 1 juta ton setara beras," kata Arwakhudin di Jakarta, Senin (14/4).
Dia menyampaikan, Bulog terus melaksanakan penugasan oleh pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional dengan memaksimalkan penyerapan gabah petani.
"Capaian dalam minggu di minggu ke-2 bulan April ini atas strategi yang dijalankan oleh Perum Bulog mulai dari membentuk tim jemput gabah untuk turun langsung ke sawah dan melakukan penyerapan langsung gabah kering petani," ujarnya.
Selain itu, Bulog juga melakukan kerja sama melibatkan para penggilingan padi baik dengan skala besar maupun kecil untuk dapat melakukan penyerapan beras secara langsung.
"Maupun kerja sama dalam pengolahan gabah kering petani dan yang ketiga tentunya dengan bantuan stakeholders seperti dari Dinas Pertanian setempat," tuturnya.
Bulog juga bersinergi dengan penyuluh pertanian hingga Babinsa untuk selalu berkoordinasi dalam melakukan monitoring titik panen yang membuat kegiatan penyerapan gabah/beras menjadi lebih optimal di tiap wilayah masing-masing.
"Dengan sudah terserapnya gabah beras tahun ini sebanyak 1 juta ton setara beras atau lebih ini semakin memperkuat stok cadangan beras pemerintah atau CBP," katanya pula.
Lebih lanjut, dia menyebutkan hingga saat ini stok beras di gudang Bulog telah mencapai lebih dari 2,5 juta ton, bahkan di beberapa daerah gudang Bulog sudah penuh sehingga pihaknya melakukan kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan penyewaan unit gudang untuk menyimpan komoditi hasil sarapan kami.
Dalam momentum musim panen raya, dia mengaku jika Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan gabah beras sebanyak mungkin sesuai dengan penugasan dari pemerintah.
"Semakin banyak Gabah Kering Panen dari Petani yang terserap, maka semakin banyak petani yang mendapatkan harga yang baik dalam penjualan ke Bulog," ucapnya.
Bulog terus melakukan rangkaian sosialisasi dan publikasi dalam upaya menjangkau lebih banyak petani lagi untuk dapat melakukan penyerapan. Pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk dapat membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram.
"Kebijakan ini tentunya disambut baik oleh petani karena pemerintah memberikan harga yang baik untuk pembelian gabah agar petani menjadi lebih sejahtera," kata Arwakhudin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tindak Lanjuti Inpres 6 Tahun 2025, Bapanas Berembuk Bahas Usulan HPP GKG
-
Realisasi serapan beras petani
-
Serap Gabah Petani, Bulog Maksimalkan SPP Sragen
-
Hingga Pertengahan April, Serapan Bulog Capai 2,7 Juta Ton
-
Agar Bulog Memaksimalkan Penyerapan, Pemerintah Investasi Rp.16,6 Triliun
-
Pastikan Hasil Panen Terserap Maksimal, Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim
-
Barcelona Menang 3-0 atas Getafe, 2 Gol dari Ferran Torres
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.