Siap Cetak SDM Industri, 22 Sekolah Vokasi Kemenperin Kembali Terbuka
Jumat, 11 Apr 2025, 23:35 WIBJAKARTA - Sekolah vokasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dimaksudkan untuk mencetak tenaga kerja industri yang terampil, siap pakai, dan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Keunggulan sekolah vokasi tersebut adalah lulusan cepat terserap kerja di sektor industri, termasuk otomotif, tekstil, logam, dan makanan-minuman. Selain itu, banyak yang menjalankan sistem pendidikan ganda (dual system), belajar di kampus dan magang di industri secara bergantian.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka pendaftaran untuk 22 sekolah vokasi di bawah naungan Kemenperin lewat Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama tahun 2025.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Masrokhan di Jakarta, Jumat (11/4), menyatakan pendaftaran tersebut bakal dilakukan serentak pada tanggal 22 April hingga 31 Mei 2025 melalui website resmi Kemenperin.
"JARVIS Bersama merupakan program penerimaan siswa dan mahasiswa baru Kemenperin secara nasional dan serentak yang rutin diadakan setiap tahun. Selain JARVIS Bersama, JARVIS juga mencakup JARVIS Prestasi dan JARVIS Mandiri," katanya.
Ia mengatakan, animo generasi muda untuk terjun ke dunia industri cukup tinggi, terbukti dari data penerimaan siswa dan mahasiswa baru di unit pendidikan vokasi Kemenperin.
Pada tahun 2024 misalnya, terdapat sebanyak 83.738 orang yang mendaftar sehingga memengaruhi rasio pendaftar yang melebihi target sebesar 1:10, sedangkan rasio sebelumnya hanya 1:6.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Kemenperin Wulan Aprilianti Permatasari menjelaskan, tahun ini Kemenperin akan lebih meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas pada unit pendidikan sehingga menjadi daya tarik bagi calon siswa/mahasiswa.
Kemenperin juga terus meningkatkan daya saing lulusan sehingga tidak hanya dapat bersaing secara nasional tetapi juga dapat bersaing di kancah global.
"Tahun 2025, kami berupaya untuk meningkatkan kuota penerimaan siswa/mahasiswa keseluruhan sebesar 6,9 persen dari tahun lalu, sehingga diperkirakan akan meningkatkan rasio pendaftar setiap tahunnya. Kami juga akan menjalin lebih banyak lagi kerja sama dengan berbagai sektor industri dalam negeri dan luar negeri untuk membuka peluang kerja kepada para lulusan," ujar Wulan.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan melalui sekolah vokasi yang dimiliki, pihaknya terus meningkatkan kontribusi dalam menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.
Apalagi setiap tahun, kebutuhan tenaga kerja industri di dalam negeri terus bertambah seiring dengan peningkatan investasi atau perluasan usaha.
"Untuk mencapai target Indonesia Emas 2045 dan menjadi bagian dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia sekaligus menjadi high income country, salah satu kunci utama yang harus terpenuhi adalah dari segi SDM. Tentunya SDM yang unggul, kompeten, dan dapat menjawab seluruh tantangan ke depan dengan penguasaan teknologi itu menjadi sangat penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," ujar Menperin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
La Liga Spanyol: Tanpa Raphinha, Barca Andalkan Magis Yamal Hadapi Atletico
-
Harga Emas Antam Jumat (03/4) Pagi Turun Rp65.000 Jadi Rp2,857 Juta/Gram
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
Kelola KEK Maloy Lebih Serius, Kaltim Bidik Investasi Skala Besar
-
Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo Stabil di Pekan Kedua Maret
-
OJK Siap Pidanakan Finfluencer Nakal, Salah Info Keuangan Bisa Berujung Penjara!
-
Kemenperin Berkolaborasi dengan Apple Academy Perkuat Ekosistem Digital RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.