Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

348 Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu di Sangihe

📅 Kamis, 10 Apr 2025, 21:21 WIB | Oleh:
348 Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu di Sangihe Doc: Antara

Manado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 348 gempa vulkanik dangkal Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

"Terekam juga sebanyak 62 kali gempa frekuensi rendah, 34 kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal dan sebanyak 307 kali gempa tektonik jauh," kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN di Manado, Kamis.

Dalam laporan aktivitas Gunung Awu yang dibagikan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku, Juliana D J Rumambi juga disebutkan energi gempa vulkanik secara keseluruhan yang berdasarkan nilai perataan amplitudo rekaman gempa RSAM (Real Time Seismic Amplitude Measurement) menunjukkan nilai fluktuatif.

Pada periode tanggal 16 – 31 Maret 2025, grafik RSAM secara umum masih mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan kegempaan.

Kondisi kegempaan saat ini mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya, terutama pada gempa frekwensi rendah yang meningkat dari empat kejadian menjadi 62 kejadian.

Sedangkan gempa vulkanik dangkal masih sama dengan periode sebelumnya dengan rata-rata 21 kejadian per hari.

Berdasarkan hasil evaluasi, kata Muhamad Wafid, pengamatan visual kawah Gunung Awu tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak awal bulan Juli 2024.

Pada periode 16 – 31 Maret 2025 embusan asap kawah berfluktuasi berkisar antara 10 – 200 meter (dominan 20 meter) di atas kubah lava yang menunjukkan bahwa aktivitas hembusan asap kawah masih berfluktuasi dan tidak terjadi peningkatan yang menerus dan signifikan.

Masih terjadinya rentetan gempa vulkanik dangkal, kata dia, maka proses pelepasan tekanan dan peretakan batuan yang terjadi secara cepat dan tiba-tiba, masih aktif terjadi.

Sementara meningkatnya gempa frekuensi rendah menunjukkan meningkatnya pergerakan fluida di dalam tubuh Gunung Awu.

Dari hasil pengamatan visual, kegempaan dan deformasi, menunjukkan bahwa aktivitas magmatik masih terjadi secara aktif, meskipun aktivitas embusan asap kawah tidak banyak mengalami perubahan.

Proses akumulasi tekanan serta pergerakan fluida masih terjadi dengan masih terekamnya gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik-dalam, dan gempa frekwensi rendah dengan jumlah masih di atas normal.

Kejadian peningkatan kegempaan secara tiba-tiba (swarm gempa vulkanik) seperti pada tanggal 24 - 25 Agustus 2024 masih perlu diwaspadai di masa mendatang mengingat proses tersebut dapat terjadi secara tiba-tiba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.