Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ADB: Tarif AS dan Perlambatan Ekonomi Tiongkok Ganggu Prospek Pertumbuhan Negara Berkembang Asia

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 13:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
ADB: Tarif AS dan Perlambatan Ekonomi Tiongkok Ganggu Prospek Pertumbuhan Negara Berkembang Asia Doc: AFP/ROMEO GACAD

MANILA - Penerapan penuh tarif AS dapat memangkas pertumbuhan negara berkembang Asia sekitar sepertiga poin persentase tahun ini dan hampir satu poin persentase penuh pada tahun 2026, kata Bank Pembangunan Asia (ADB) pada Rabu (9/4).

Dalam laporan Prospek Pembangunan Asia, ADB memproyeksikan bahwa pertumbuhan di negara-negara berkembang Asia akan sedikit melambat menjadi 4,9 persen pada tahun 2025 - laju paling lambat sejak 2022 - dan melambat lebih jauh menjadi 4,7 persen pada tahun 2026, dari 5,0 persen pada tahun 2024.

Prakiraan tersebut difinalisasi sebelum AS mengumumkan tarif impor baru yang luas pekan lalu, kata ADB dalam konferensi pers untuk peluncuran laporan tersebut.

"Masalah yang paling besar adalah apakah tarif AS akan sepenuhnya diterapkan, yang akan menyebabkan pertumbuhan yang lebih rendah dalam perkiraan dasar kami," kata kepala ekonom ADB, Albert Park.

Kawasan Asia yang sedang berkembang, sebagaimana didefinisikan oleh ADB, terdiri dari 46 negara Asia-Pasifik yang membentang dari Georgia hingga Samoa - dan tidak termasuk negara-negara seperti Jepang, Australia, dan New Zealand.

Park mengatakan dampak akhir dari tarif AS masih belum pasti, karena cakupan dan waktunya dapat berubah karena negosiasi, penundaan, atau pengecualian yang diberikan.

"Di sisi lain, pembalasan yang lebih kuat dan eskalasi lebih lanjut dapat mengakibatkan dampak yang lebih besar," kata dia.

"Selain itu, ukuran dan kecepatan perubahan kebijakan di bawah pemerintahan baru AS dapat mengurangi investasi secara global dan di kawasan tersebut, sementara meningkatnya ketegangan dan fragmentasi perdagangan akan meningkatkan biaya perdagangan dan mengganggu rantai pasokan global."

Proyeksi dasar yang lebih lemah sudah mencerminkan perlambatan yang diharapkan terjadi di Tiongkok, dengan pertumbuhan yang diperkirakan sebesar 4,7 persen tahun ini, turun dari 5,0 persen pada tahun 2024, dan melambat lebih lanjut menjadi 4,3 persen pada tahun 2026.

Asia tenggara, yang diuntungkan oleh pengalihan perdagangan selama perang dagang AS-Tiongkok tahun 2018, diperkirakan akan kehilangan sebagian tenaganya dengan pertumbuhan di subkawasan tersebut diperkirakan sebesar 4,7 persen tahun ini dan tahun depan, turun sedikit dari 4,8 persen pada tahun 2024.

Titik terang adalah Asia selatan, kata ADB, di mana permintaan domestik yang kuat diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan sebesar 6,0 persen pada tahun 2025 dan 6,2 persen pada tahun 2026, naik dari 5,8 persen tahun lalu.

Permintaan global yang berkelanjutan terhadap semikonduktor juga akan membantu menopang pertumbuhan di negara berkembang Asia.

Inflasi regional diperkirakan akan turun menjadi 2,3 persen tahun ini dan 2,2 persen tahun depan, dari 2,6 persen pada tahun 2024, karena turunnya harga minyak dunia dan komoditas lainnya. Hal ini akan memungkinkan bank sentral untuk melanjutkan pelonggaran moneter, kata ADB, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat mengingat ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Hudson: Supporter Stadion Utama GBK Sangat Fanatik

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Nasional
Makna Dibalik Peristiwa di ...
Luar Negeri
Trump Klaim Iran Hampir Men...
Megapolitan
516 Angkot Bogor Masih Dibu...

Pembangunan Karakter Harus Berisi Nilai-nilai Toleransi

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Pembangunan Karakter Harus ...
Luar Negeri
Hingga 500 Sekolah di Pranc...
Advertisement
Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

Gila, 350 Rekor Lahir di Asian Games Jepang

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.