Jadi Fasilitator Diskusi, Prabowo Warnai Sarasehan Ekonomi

Selasa, 08 Apr 2025, 17:29 WIB

JAKARTA - Ada yang unik dari sarasehan ekonomi ekonomi bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan" itu. 

Dalam acara yang menhadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih hingga kepala lembaga sebagai narasumber dan pemberi materi, Presiden RI Prabowo Subianto tampak bertindak sebagai moderator. 

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan pada sarasehan ekonomi bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan" di Jakarta, Selasa (8/4/2025). — Sumber: ANTARA/Aditya Pradana Putra

Presiden Prabowo turut mewanti-wanti para narasumber yang memberi paparan materi terkait durasi atau lama berbicara.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo memulai lebih dahulu sambutan, yang kemudian diikuti oleh paparan materi dari Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

"Terima kasih Menteri Keuangan. Jadi karena masalah Makan Bergizi Gratis menjadi masalah yang penting dan sering dibicarakan, saya minta Kepala Badan Gizi Nasional untuk menyampaikan paparan secara singkat sehingga jelas masalahnya," kata Prabowo saat mempersilakan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk memberi materi pada acara sarasehan ekonomi bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4).

Prabowo pun menjelaskan kepada audiens yang ingin mengajukan pertanyaan untuk disimpan hingga semua pemateri selesai menyampaikan paparannya, sehingga benar-benar mengerti kondisi perekonomian terkini, khususnya soal tarif resiprokal yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS).

Saat giliran Ketua Dewan Komisioner LPS memberikan materi, Prabowo pun berkelakar untuk singkat saja dalam berbicara karena Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan telah mengambil porsi waktu berbicara lebih banyak.

"Saya sekarang minta Ketua LPS (untuk berbicara). Karena waktu tadi sudah diambil banyak Ketua DEN, anda hanya punya waktu 2,5 menit. Enggak, enggak. 'It's only a joke.' Kan boleh kan," kata Prabowo yang disambut tertawa oleh para hadirin.

Menanggapi hal itu, Purbaya pun seakan ingin menegosiasi waktu, "Lima menit boleh, Pak" tanyanya.

Presiden Prabowo lantas memberi kelonggaran waktu, namun tetap mengingatkan agar ringkas berbicara.

"Ya lima setengah (menit) lah. Enggak usah 'yang terhormat', langsung saja," kata Presiden.

Adapun dalam sambutannya, Prabowo mengatakan bahwa ia sendiri yang meminta acara sarasehan ekonomi ini diselenggarakan agar para tokoh di bidang ekonomi dapat menjelaskan situasi perekonomian nasional dan global saat ini secara riil.

Menurut Presiden, sudah saatnya pemerintah yang ia pimpin lebih komunikatif dan proaktif dalam memberi keterangan tentang kondisi terkini.

"Saya minta acara ini diselenggarakan karena saya merasa setelah kita memasuki masa enam bulan bekerjanya pemerintah yang saya pimpin, sebagai pemegang mandat dari bangsa, dari rakyat sejak 20 Oktober 2024, sudah saatnya kita lebih komunikatif, lebih proaktif dalam memberi keterangan- keterangan tentang keadaan yang berlaku," kata Prabowo.

  • Seminar ekonomi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.