Tempe Diajukan Jadi Warisan Budaya Dunia
Senin, 07 Apr 2025, 23:16 WIBJAKARTA - Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) mengajukan tempe sebagai Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity). Selain tempe, Kemenkebud juga mengajukan Teater Mak Yong (ekstensi Mak Yong Malaysia) dan Jaranan: Seni Pertunjukan dan Ritual (usulan bersama dengan Suriname).
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan, proses panjang telah dilalui sebelum akhirnya ketiga warisan budaya takbenda Indonesia ini resmi diajukan. Tahapan pengajuan telah dimulai dari dukungan komunitas budaya, diikuti dengan penyusunan dokumen nominasi oleh komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah mencakup kajian literatur, survei lapangan, wawancara, serta dokumentasi mendalam.
"Dengan tenggat waktu pengiriman naskah usulan hingga 31 Maret 2025, dokumen nominasi telah disusun sesuai persyaratan yang ditetapkan UNESCO dan siap untuk dievaluasi oleh badan evaluasi UNESCO," ujar Fadli, dalam keterangan resminya, Senin (7/4).
Dia menjelaskan, proses dan nilai budaya pembuatan tempe telah diwariskan oleh nenek moyang kita dan tetap lestari hingga saat ini. Bukti historis menunjukkan bahwa kata âtempeâ telah ditemukan dalam Serat Centhini, naskah sastra Jawa abad ke-19, yang menceritakan kehidupan masyarakat Jawa abad ke-16 yang menandakan bahwa tempe telah dikonsumsi secara luas sejak berabad-abad lalu.
Fadli menyebut bahwa pengajuan ini adalah langkah besar dalam mendukung tempe sebagai bagian dari identitas budaya nasional yang memiliki dampak luas.Â
Menurutnya, tempe bukan sekadar makanan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga mencerminkan pengetahuan, budaya dan teknologi pangan tradisional yang terus hidup dan berkembang.
"Masuknya Budaya Tempe dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO akan semakin memperkuat tempe sebagai warisan budaya yang harus dijaga, sekaligus mendorong kesadaran global akan nilai budaya, manfaat gizi dan kesehatan, serta keberlanjutannya,â jelasnya.
Fadli menyatakan komitmen Indonesia dalam upaya melestarikan Warisan Budaya Takbenda Indonesia dengan mengusulkannya ke dalam daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO. Pihaknya telah meratifikasi Konvensi 2003 untuk menjaga warisan budaya takbenda dan terus secara aktif mendaftarkan berbagai elemen tradisi budaya kita dalam daftar Intangible Cultural Heritage UNESCO.
"Kami percaya bahwa pengakuan internasional bukanlah tujuan akhir, tetapi cara untuk memastikan bahwa tradisi ini dilestarikan, dirayakan, dan diwariskan," katanya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk ABK Nelayan
-
DAMRI Siapkan 25 Bus untuk Layani Arus Mudik Lebaran 2026 di Sultra
-
Pemda Tak Berdaya Hadapi Tambang Ilegal yang Punya Bekingan, Pusat Harus Turun Tangan!
-
Kembali Berinovasi, U by Prodia Luncurkan Online Brain Function Screening
-
Pemkot Bandung Gelar Konser Merah Putih Malam Ini
-
Coco Gauff Amankan Tempat di Putaran Kedua Australian Open
-
Xpeng Pamerkan Inovasi Masa Depan: Mobil Terbang, Robot Humanoid, dan Robotaxi Canggih dengan Chip 3.000 TOPS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.