Pejuang Anti-kudeta Myanmar Serukan Gencatan Senjata Parsial Terkait Gempa

Minggu, 30 Mar 2025, 06:15 WIB

NAYPYIDAW - Pejuang anti-kudeta di Myanmar menyerukan gencatan senjata parsial selama dua pekan dengan junta militer mulai Minggu (30/3) untuk memfasilitasi operasi penyelamatan dan pekerjaan bantuan lainnya setelah gempa bumi dahsyat melanda negara yang dilanda perang itu.

Angkatan Pertahanan Rakyat (PDF) akan menerapkan jeda dua pekan dalam operasi militer ofensif, kecuali untuk tindakan defensif, di daerah yang terkena dampak gempa mulai 30 Maret 2025, ungkap pemerintah bayangan "Pemerintah Persatuan Nasional" dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Sejumlah bangunan di Kota Mandalay, Myanmar, rata dengan tanah akibat gempa pada Jumat (28/3) lalu — Sumber: AFP

Pemerintah di pengasingan itu mengatakan melalui media sosial bahwa mereka siap untuk berkolaborasi dengan PBB dan LSM untuk memastikan keamanan, transportasi, dan pembentukan kamp penyelamatan sementara dan medis di daerah-daerah yang dikuasainya, menurut pernyataan itu.

Gempa berkekuatan 7,7 melanda barat laut Kota Sagaing di Myanmar tengah pada Jumat (28/3), dimana guncangannya juga terasa hingga Thailand. Setidaknya 1.644 orang tewas di Myanmar, kata junta, sementara sekitar 10 lainnya tewas di Bangkok. AFP/I-1

  • Gempa Myanmar-Thailand

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.