Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Membangun Stasiun Kereta Api Cetak 3D Pertama di Dunia

📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 12:21 WIB | Oleh:
Jepang Membangun Stasiun Kereta Api Cetak 3D Pertama di Dunia Doc: Istimewa
Ket. Para pekerja menurunkan atap ke posisinya saat mereka merakit stasiun kereta di Arida, prefektur Wakayama, menggunakan komponen cetak 3D pada Selasa (26/3).

OSAKA -- West Japan Railway dan Serendix pada Rabu (26/3) membangun apa yang mereka katakan sebagai stasiun kereta cetak 3D pertama di dunia, menggunakan teknologi yang diharapkan operator kereta api akan membantu mengurangi pekerjaan yang diperlukan untuk mengganti dan memelihara bangunan di jalur lokal yang jarang digunakan.

Dari Nikkei Asia, bangunan baru di Stasiun Hatsushima di kota Arida, di sepanjang Jalur Utama Kisei, mulai dibangun dua jam lebih awal pada hari Rabu, antara akhir layanan Selasa malam dan kereta pertama Rabu pagi.

Printer 3D digunakan untuk membangun gedung stasiun kereta api di Jepang
Bangunan stasiun kereta api (depan) dirakit dari bagian-bagian yang dicetak menggunakan teknologi printer 3D, di Arida, Prefektur Wakayama, pada hari Rabu.

"Bangunan stasiun di Prefektur Wakayama adalah yang pertama di dunia yang dibangun dengan teknologi printer 3D," kata perusahaan itu.

Bangunan di Stasiun Hatsushima di kota Arida pada Jalur Kisei tingginya sekitar 2,6 meter, dengan luas sekitar 10 meter persegi. Perusahaan tersebut bermaksud untuk membukanya pada bulan Juli.

Bangunan ini terdiri dari empat bagian, termasuk atap dan dinding, yang diproduksi oleh pembuat perumahan Jepang Serendix.

Bekisting dibentuk menggunakan mortar dengan printer 3D, dan baja tulangan dimasukkan ke bagian berongga dan beton diisi. Bangunan ini memiliki ketahanan terhadap gempa yang mirip dengan rumah beton bertulang, kata JR West.

Perusahaan tersebut memulai pembangunan setelah berakhirnya layanan kereta harian dan menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu sekitar dua setengah jam, waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan metode konvensional.

Biaya pembangunan gedung tersebut diperkirakan setengah dari biaya penggunaan beton bertulang, kata perusahaan itu.

JR West mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan penggunaan teknologi printer 3D dalam membangun kembali bangunan stasiun lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:

Warga Hadapi Paparan Debu Akibat Musim Kemarau

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Warga Hadapi Paparan Debu A...
Megapolitan
Permintaan Pohon Panjat Pin...

BTN dan BRIN Bangun Kolaborasi Pacu Inovasi

22 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
BTN dan BRIN Bangun Kolabor...
Megapolitan
 Heboh, Gedung Bapenda DKI ...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.