Kenali Gangguan Stres Pascatrauma, Ini Penyebab dan Solusi Pengobatannya
📅 Rabu, 26 Mar 2025, 13:40 WIB | Oleh: Redaktur_iklanPAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab gangguan stres pascatrauma oleh remaja hingga orang dewasa. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala gangguan stres pascatrauma serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Obat antidepresan
SSRI adalah obat antidepresan yang paling umum diresepkan untuk PTSD. Mereka bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin, neurotransmitter yang berperan dalam mengatur suasana hati, tidur, nafsu makan, dan fungsi kognitif. Contoh SSRI yang sering digunakan untuk PTSD adalah sertraline, paroxetine dan fluoxetine.
2. Obat anti-kecemasan
Salah satu obat anti-kecemasan seperti jenis benzodiazepin. Obat ini bekerja dengan meningkatkan efek GABA, neurotransmitter yang memiliki efek menenangkan. Benzodiazepin dapat memberikan peredaan cepat dari kecemasan. Contoh benzodiazepin termasuk alprazolam, lorazepam dan diazepam.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gangguan stres pascatrauma seperti terapi bicara. Terapi bicara adalah pengobatan lini pertama untuk PTSD. Tujuannya adalah untuk membantu individu memproses pengalaman traumatis, Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang tepat
(IKN)
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!