Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MK Korsel Tolak Pemakzulan PM Han Duck-soo

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
MK Korsel Tolak Pemakzulan PM Han Duck-soo Doc: AFP/AHN YOUNG-JOON
Ket. Han Duck-soo

SEOUL - Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) pada Senin (24/3) memutuskan untuk menolak mosi pemakzulan terhadap Perdana Menteri Han Duck-soo yang diajukan oleh parlemen. Dengan keputusan tersebut, maka PM Han segera kembali menjalankan tugasnya, termasuk tugas sebagai penjabat presiden. MK telah menggelar sidang putusan pada Senin ini untuk mengambil keputusan terkait perkara pemakzulan terhadap PM Han, dimana MK menolak mosi pemakzulan yang diajukan oleh parlemen.

“Dari delapan hakim konstitusi, lima hakim menyatakan penolakan, satu menyatakan menerima, dan dua lainnya menyatakan perkara tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat untuk diperiksa,” lapor kantor berita KBS.

Sebelumnya, Majelis Nasional selaku pihak pemohon menuntut pemecatan PM Han dengan alasan bahwa ia telah bersekongkol, membiarkan, atau turut membantu Presiden Yoon Suk-yeol dalam rencana deklarasi darurat militer pada 3 Desember lalu. Namun, tuntutan tersebut tidak diterima oleh Mahkamah Konstitusi.

Usai keluar putusan dari Mahkamah Konstitusi, PM Han menyatakan bahwa ia akan memprioritaskan tugas negara yang paling mendesak saat ia kembali ke posisinya.

Han melanjutkan bahwa ia akan berupaya semaksimal mungkin dalam menjalankan roda pemerintahan dengan stabil berdasarkan konstitusi dan undang-undang, seraya mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengamankan dan memperkuat kepentingan nasional dalam perang dagang global yang sedang berlangsung.

Dalam pernyataan kepada publik, PM Han juga menyatakan bahwa partai-partai politik, bersama dengan pemerintah benar-benar harus berubah, dimana untuk mencapai tujuan itu, ia meminta kerja sama bipartisan dari seluruh pihak politik.

Pada Senin sore ini, Han yang juga bertugas sebagai penjabat presiden dijadwalkan akan memimpin rapat kabinet untuk meninjau sejumlah isu mendesak di berbagai bidang, termasuk ekonomi, sosial dan keamanan. Diperkirakan bahwa setelah kembali menjabat, salah satu prioritas utama Han adalah respons kebijakan tarif Amerika Serikat, sebagaimana pemerintah akan memperkuat komunikasi dengan pihak AS, jelang rencana penerapan tarif resiprokal pada tanggal 2 April mendatang. SB/KBS/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.