Akhirnya, Mariah Carey Memenangkan Hak Cipta Lagu 'All I Want For Christmas Is You'
Sabtu, 22 Mar 2025, 11:00 WIBLOS ANGELES - Seorang hakim federal di Los Angeles memutuskan Mariah Carey tidak mencuri lagu hit abadinya âAll I Want for Christmas Is Youâ dari penulis lagu lain.
Hakim Mónica RamÃrez Almadani mengabulkan permintaan Carey untuk putusan ringkasan pada hari Rabu lalu, memberikan kemenangan kepadanya dan rekan penulis serta terdakwa Walter Afanasieff, tanpa harus diadili.
Pada tahun 2023, penulis lagu Andy Stone dari Louisiana yang menggunakan nama panggung Vince Vance, dan Troy Powers dari Tennessee mengajukan gugatan hukum senilai $20 juta yang menuduh bahwa lagu Carey tahun 1994 melanggar hak cipta lagu country mereka tahun 1989 dengan judul yang sama.
Pengacara mereka Gerard P. Fox mengatakan dia âkecewaâ dalam email kepada The Associated Press.
Fox mengatakan, menurut pengalamannya, hakim di tingkat ini "hampir selalu menolak kasus hak cipta musik dan seseorang harus mengajukan banding untuk membalikkan keputusan dan membawa kasus tersebut ke juri.
âKlien saya akan segera membuat keputusan apakah akan mengajukan banding. Kami mengajukan banding berdasarkan pendapat dua ahli musik terhormat yang mengajar di perguruan tinggi ternama," katanya.
Stone dan Powers mengatakan lagu "'All I Want For Christmas Is You' mereka mengandung struktur linguistik unik yang menggambarkan seseorang, yang kecewa dengan hadiah mahal dan kenyamanan musim Natal, ingin bersama orang yang mereka cintai, dan karenanya menulis surat kepada Sinterklas."
Mereka mengatakan ada "kemungkinan besar" Carey dan Afanasieff telah mendengar lagu mereka, dan melanggar hak cipta mereka dengan mengambil elemen penting dari lagu tersebut.
Setelah mendengar pendapat dari dua ahli dari masing-masing pihak, RamÃrez Almadani setuju dengan pembela, yang mengatakan bahwa para penulis lagu menggunakan klise Natal yang umum yang sudah ada sebelum kedua lagu tersebut, dan bahwa lagu Carey menggunakannya secara berbeda.
Ia mengatakan penggugat tidak memenuhi beban pembuktian bahwa kedua lagu tersebut pada dasarnya serupa.
RamÃrez Almadani juga memerintahkan sanksi terhadap penggugat dan pengacara mereka, dengan mengatakan bahwa gugatan dan pengajuan berikutnya tidak berdasar dan pengacara penggugat "tidak melakukan upaya yang wajar untuk memastikan bahwa dalil fakta yang dikemukakan memiliki dukungan bukti."
Dia mengatakan mereka harus membayar setidaknya sebagian dari biaya pengacara para terdakwa.
Pengacara pembela dan humas Carey tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Lagu Natal ikonik Mariah Carey ini bahkan menjadi hit yang lebih besar dalam beberapa tahun terakhir dibandingkan pada tahun 1990-an.
Lagu ini telah menduduki peringkat 1 di tangga lagu Billboard Hot 100 selama enam tahun berturut-turut berdasarkan pemutaran, penjualan, dan streaming.
Carey dan Afanasieff sempat berbeda pendapat tentang siapa yang menulis sebagian besar lagu tersebut. Namun, kasus tersebut membuat mereka setidaknya menjadi sekutu sementara.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Indef: Rangkap Jabatan Rusak Tata Kelola Pemerintahan!
-
Tiba di Jakarta! Mariah Carey akan Konser di Sentul International Convention Center Besok
-
Mariah Carey Gelar Konser Bertajuk "The Celebration of Mimi" di Indonesia 4 Oktober 2025
-
BMKG Samarinda Imbau Warga Waspadai Dampak Hujan Dasarian II Mei
-
Unik! Mariah Carey Konser di Indonesia, Tiga Kali Ganti Kostum, Ribuan Penonton Histeris!
-
7 Tahun Vakum, Mariah Carey Akhirnya Rilis Album Baru "Here For It All"
-
Wagub Rano Angkat Bicara Soal Kecelakaan JakLingko di Cengkareng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.