Menko Pangan Jangan Giring Impor dengan Menaikkan Batas Atas CBP
Jumat, 21 Mar 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengingatkan Perum Bulog untuk memenuhi target penyerapan sebanyak 2 juta ton beras dalam negeri hingga April 2025, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Indonesia.
âTarget Bulog harus menyerap beras sampai akhir April 2025 kira-kira 2 juta ton. Sekarang baru 450 ribu ton,â kata Menko Pangan usai meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak, di Semarang, Kamis (20/3).
Saat ini, kata dia, bulan Maret tinggal tersisa 10 hari, sehingga setidaknya penyerapan beras hingga akhir bulan harus mencapai 750 ribu-800 ribu ton.
âHari ini sudah tanggal 20 Maret. 10 hari lagi Maret selesai. Jadi Maret ini kalau tidak dapat 700-800.000 (ton), awas hati-hati. Harus Maret ini dapat 750-800.000 (ton). Baru nanti April bisa ngejar,â kata Menko.
Apabila serapan beras petani oleh Bulog hingga April 2025 mencapai 1-2 juta ton, maka tidak perlu lagi dilakukan impor beras.
Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang harus diterima oleh Perum Bulog yaitu 6.500 rupiah per kilogram, untuk mendukung petani dan menjaga keseimbangan pasar beras di dalam negeri.
âKalau ada yang membeli di bawah 6.500 rupiah bisa dipenalti. Nah, jadi rata-rata sudah 6.500 rupiah sehingga kami harapkan petani-petani kita bisa lebih bisa lebih makmur, bisa lebih sejahtera,â katanya.
Demikian pula dengan komoditas jagung, kata dia, sebab komoditas tersebut penting karena keterkaitannya dengan komoditas-komoditas lainnya.
âJagung itu penting. Ada terkait kalau jagungnya impor, maka nanti harga ayam, harga telur mahal. Karena bahan makan, pakan itu sebagian besar dari jagung,â katanya.
Dia bersyukur proyeksi produksi jagung pada tahun ini bisa mencapai 16 juta ton, sedangkan kebutuhan domestik yang harus dipenuhi sekitar 11 juta ton. âOleh karena itu, kami juga berusaha keras agar jagung di masyarakat juga bisa dibeli dengan harga 5.500 rupiah per kg,â katanya.

Keuntungan Berlipat-Lipat
Menanggapi hal itu, peneliti ekonomi dari Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan, dirinya sulit mengerti hitungan Menko Pangan Zulkifli Hasan terkait serapan Bulog hingga 2 juta ton. Batas aman cadangan beras pemerintah saja hanya 1.2 juta ton. Ketika dinaikkan hingga 2 juta ton, yang terjadi adalah pemenuhan dari impor.
âKadang batas-batas seperti ini jadi permainan Pemerintah untuk melakukan impor beras dengan alasan pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ketika impor pun dilebihkan hingga dua juta ton impor beras sehingga keuntungan yang diperoleh rent seeker ini berlipat-lipat,âungkap Huda.
Pemenuhan stok juga harus diimbangi dengan manajemen stok yang baik. Beras dikeluarkan ketika terjadi gejolak harga di pasaran dengan tujuan menstabilkan harga beras di tingkat konsumen.
âJangan seperti kejadian 2023 yang dikeluarkan untuk kepentingan pemilu yang pada akhirnya membuat stok beras Bulog menipis. Harga meningkat tajam,âtegas Huda.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Agar Bulog Memaksimalkan Penyerapan, Pemerintah Investasi Rp.16,6 Triliun
-
Realisasi serapan beras petani
-
Pastikan Hasil Panen Terserap Maksimal, Tani Merdeka Gandeng Bulog Jatim
-
Tindak Lanjuti Inpres 6 Tahun 2025, Bapanas Berembuk Bahas Usulan HPP GKG
-
Barcelona Menang 3-0 atas Getafe, 2 Gol dari Ferran Torres
-
Hingga Pertengahan April, Serapan Bulog Capai 2,7 Juta Ton
-
Serap Gabah Petani, Bulog Maksimalkan SPP Sragen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.